9 Komentar

Ode Untuk Hajrah Dan 250 Atlet Indonesia Di ASEAN Para Games 2011

Semangat Hajrah ASEAN Para Games 2011

Hajrah (kiri) di final nomor lari 400 meter T11 ASEAN Para Games 2011

Hari Minggu (18/12), cuaca di Stadion Manahan Solo cukup terik, di lintasan lari sudah bersiap para atlet lari disabilitas dengan kategori T11 (tuna netra). Mereka akan bertanding memperebutkan medali di final nomor lari 400 meter T11 ASEAN Para Games (APG) 2011, termasuk Hajrah, atlet asal Indonesia. Sosoknya memang lebih kurus dan kecil dibanding lawan-lawannya dari Vietnam dan Thailand, namun tetap memiliki motivasi untuk meraih emas.

Banyak orang bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang tuna netra bisa melakukan pertandingan lari. Tata cara pertandingan lari bagi penyandang tuna netra memang berbeda dengan pertandingan lari bagi orang normal. Pertama atlet mesti mengenakan penutup mata khusus. Kenapa matanya ditutup? Hal itu karena tingkat disabilitas atlet tuna netra yang berbeda klasifikasinya, ada yang mengalami kebutaan total, ada juga yang mengalami low vision, selain itu juga untuk menghindari tindakan yang tidak fair, sehingga dikenakanlah penutup mata. Lalu pelari tuna netra berlari didampingi seorang guide yang bertugas menuntun pelari supaya tetap berlari di lintasannya, tangan guide diikat dengan tangan pelari tuna netra. Guide itu sendiri sebenarnya adalah atlet lari juga. Kekompakan antara atlet dengan guide sangat diperlukan dari start hingga finis.

Suara tembakan pun terdengar, sebagai tanda untuk start. Hajrah yang berada di lintasan 8 berlari dengan sekuat tenaga, masih dengan motivasi yang sama: menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.

Semangat Hajrah ASEAN Para Games 2011

Hajrah yang kelelahan dan kecewa setelah melintasi garis finis

Di garis finis harapan itupun pupus, Hajrah finis di tempat ke-3, dengan catatan waktu 69.56 detik. Dia langsung terjatuh kelelahan. Tapi terlihat jelas rasa kecewanya jauh lebih besar dibanding kelelahan yang dia alami. “Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi cuma dapat perunggu. Ya sudahlah, daripada tidak mendapat medali sama sekali,” ujar Hajrah masih terisak.

Semangat Hajrah ASEAN Para Games 2011

Semangat Hajrah ASEAN Para Games 2011

Petugas medis memberi pertolongan kepada Hajrah

Kisah Hajrah adalah satu potret dari 250 atlet Indonesia dalam ASEAN Para Games 2011, keterbatasan fisik tidak membuat mereka patah semangat, tetap berusaha mengharumkan nama Indonesia dalam pentas olah raga internasional. Menang maupun kalah, medali emas, perak, perunggu, maupun tanpa medali sama sekali, usaha mereka untuk menoreh prestasi wajib untuk kita hargai. Terima kasih Hajrah, terima kasih atlet Indonesia!

9 comments on “Ode Untuk Hajrah Dan 250 Atlet Indonesia Di ASEAN Para Games 2011

  1. melihat mereka tetap semangat berlomba, membuat saya bangga mas dengan mereka

  2. mereka yang diciptakan kurang sempurna saja bisa berprestasi.harusnya kita yang terlahir sempurna harus berprestasi…

  3. kutipan yang menarik,
    salam kenal bang,,,

    ane numpang lapak ni,
    jual berbagai macam bunga untuk berbagai acara,,,klik http://www.cosmoflorist.com/,,,

    mksh

  4. qW tLah banggakan org KABAENA

  5. Wahhh ….
    Lari kalau kecapekan emang bikin pingsan
    Motivator Semarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: