21 Komentar

Ngobrol Dengan Toni Wahid

Saat murid bersua dengan sang suhu

Dalam mempelajari dunia fotografi saya memiliki beberapa guru yang mencintai bidangnya masing-masing. Untuk foto manten alias wedding saya belajar dari si Panjul, foto panggung saya berguru kepada Blontank Poer. Lalu akhir-akhir ini saya mulai tertarik untuk mencoba food photography, sebuah aliran fotografi yang sama sekali baru bagi saya. Kenapa saya tertarik dengan food photography? Karena saya tertarik dengan penjelajahan kuliner, tak salah kalau Anda menyebut saya ‘tukang makan’, setidaknya itu terlihat dari bentuk fisik saya😛

Untuk food photography ini saya berguru kepada Toni Wahid, seseorang yang awalnya hanya saya kenal lewat blog. Asal Anda tahu, referensi tentang food photography di internet dalam bahasa Indonesia masih sedikit jumlahnya, salah satu posting dari mas Toni adalah satu dari yang sedikit itu. Dia tidak pernah menganggap bahwa food photography itu susah, menurutnya memotret adalah hal mudah, tapi ide dan kreativitaslah yang perlu diasah.

Dengan skill dan peralatan yang seadanya saya iseng saja mencoba memotret makanan, saat itu saya memotret coklat oleh-oleh dari kakak dan es krim Mini Cornetto yang saya colong dari keponakan😀 Lalu saya memberanikan diri untuk meminta pendapat mas Toni tentang dua foto saya tadi. Ternyata dia tipe orang yang tak bisa menghakimi dan  menilai jelek karya orang lain, mungkin dia tak ingin membuat semangat saya letoy lalu ogah-ogah motret makanan lagi🙂

Setidaknya ada tiga hal yang sama-sama kami sukai, yaitu blog, fotografi, dan kopi. Pria asal Bandung ini adalah pemilik blog mypotret.wordpress.com, posting-posting seputar perjalanannya ke beberapa daerah di Indonesia dan negara lain selalu menarik untuk dibaca, foto-foto hasil jepretannya yang menawan juga mewarnai setiap judul posting. Selain itu juga ada posting-posting tentang tips fotografi dan peralatannya, dia tidak pelit berbagi ilmu dan pengetahuannya seputar dunia fotografi.

Belum lama ini, mas Toni menyiapkan rumah baru untuk blognya yang khusus berbicara tentang kopi. Dari Cikopi.wordpress.com dia boyong ke Cikopi.com. Berkat blog tentang kopi tersebut, dia sering diundang untuk melakukan cupping (aktivitas mengenali aroma dan rasa kopi) oleh beberapa produsen kopi maupun coffeeshop, bertemu dengan orang-orang ahli kopi, bahkan pernah diundang untuk mengikuti pertemuan yang diadakan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI). Tak hanya itu saja, dia juga dipercaya untuk melakukan unboxing beberapa mesin espresso merek ternama oleh distributornya yang ada di Indonesia, sekadar untuk di-review atau dites.

Sebagai penikmat kopi yang serius, alumni Ilmu Komunikasi Unpad ini sudah terbiasa mengenali aroma, acidity, body, dan flavor dari setiap jenis kopi. Meski begitu, dia mengaku tetap memilih kopi tubruk sebagai minuman kopi favoritnya, bukan espresso, bukan macchiato.

Setelah sekian lama hanya bisa bersua di dunia maya, akhirnya Minggu (14/3) kemarin saya cukup beruntung bisa bertemu secara langsung dengan mas Toni di sela acara liburannya ke Jogja dan Solo. Kami bertemu di gang sempit di kawasan Batik Kauman, perbincangan kami yang singkat di sore menjelang malam itu tak jauh-jauh dari seputar blog, kopi, dan tentu saja food photography. Dia memberikan banyak ilmu kepada saya, bahkan tanpa saya harus memintanya.

Sayangnya, pertemuan suhu dan murid ini terlalu singkat. Saya belum sempat mengajak mas Toni lesehan di wedangan, untuk sekadar menikmati teh ginastel (legi-panas-kentel) khas Solo. Ah, semoga suatu saat nanti kami bisa bersua lagi, karena si murid masih butuh banyak ilmu untuk diserap🙂

© Foto oleh Boy

21 comments on “Ngobrol Dengan Toni Wahid

  1. ho ho ho…..mbok kapan nang jogja aku di jak

    *****
    Wah, padahal kemarin beliau mampir Jogja lho ~Dony

  2. Ngomong-ngomong tentang kopi kok agak bersinggungan dengan mahasiswa. (kopi paste,red)haha

    *****
    Masak sih? Untung aku tidak. ~Dony

  3. aku arep ajar drink fotografi wae. he2.

    *****
    wow, apik kuwi. Sukmben aku diajari yaw. ~Dony

  4. saya tertarik ikutan dony motret makanan, kali aja makan gratis (hihi)

    *****
    Ah, tak semuanya gratis kok, kadang bayar juga. ~Dony

  5. wach pengeennn ..

    mantab agan

  6. aku yo gelem Rek, ditulari ilmune…

    *****
    Dengan senang hati😀 ~Dony

  7. mantap gan,, kalo urusan makanan aku juga mau…

    *****
    Tentu, manusia kan butuh makan. ~Dony

  8. diriku juga ajarin dong bos

    *****
    Boleh. ~Dony

  9. berhubung belum pernah moto belom barani koment kecuali bagus bos

  10. ooo lagi meguru to?
    mangkane nek neng klithik kae segone utawa tempene ra tau dipotret

    *****
    Oh, maksudnya? ~Dony

  11. Hi Mas Donny …
    Terima kasih atas obrolan singkat di Solo, mean much for me🙂
    Saya senang melihat bahwa karya2 food photography-nya sudah bisa mentas.
    Kalau waktu itu waktunya gak sempit, saya pengen keliling kota Solo menimati dan motret street food-nya.
    Keep shooting Mas … saya tunggu di Jakarta.

    *****
    Masih pas2an gitu kok, belum sepenuhnya mentas😀 Oke, semoga saya bisa ke Jakarta. ~Dony

  12. wah….pertemuan dua master…..
    saya nonton aja

    *****
    Wah, saya bukan master. ~Dony

  13. awas…dia suka ngajar yang nggak nggak hehehe…

    *****
    Haha, saya ndak keberatan diajarin yang ‘nggak-nggak’:mrgreen: ~Dony

  14. sudah tak kunjungi blognya mas. wuiiih karya2nya apik tenan je. terutama yg judule Jogja & Solo : re-captured.

  15. salam kenal. blog yg menarik. saya masih belajar nge-blog dan fotografi ni. btw, gmn caranya jadi muridnya mas Toni Wahid ya? any tips?🙂

  16. wah mantaph nih postingannya, moga2 bisa dijadikan sebagai modal menang di eksklusifimaginaction.com, lumayan gratis jalan2 ke Jepang hehehe

  17. waaaah… senangnya bisa ketemu suhu ya…. saya juga diam-diam mulai pengen belajar food photography dari blognya mas Toni Wahid…🙂

    Btw… salam kenal ya mas doni… n keep jepret!!!

  18. Woow asik juga kalo bisa kenal deket sama mas Toni….

  19. Dear Mas Tony Wahid, bagaimana saya bisa undang Anda ke acara kopi nih
    terima kasih
    salam
    jany

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: