27 Komentar

Hak Pedestrian Yang Terjajah

Mobil itu diparkirkan oleh pengemudinya di atas trotoar, entah apa alasan pastinya, mungkin parkiran sudah sesak. Yang pasti, si pengemudi tak hirau kenyamanan pedestrian alias pejalan kaki. Selemparan batu dari tempat mobil itu terparkir ada pos polisi lalu lintas. Lalu, kenapa pak polisi tak mengingatkan si pengemudi? Oh, mungkin itu bukan bagian dari tugas mereka, tapi tugas DLLAJ.

Tunggu, memangnya masih ada pejalan kaki? Satu, dua, pasti ada. Maklum, kalangan menengah seperti saya lebih nyaman naik sepeda motor, daripada naik bus kota yang sesak, bau solar, dan banyak copetnya. Lalu turun dari bus musti menyambung sampai tujuan dengan berjalan kaki.

Orang Solo boleh bangga memiliki citywalk yang asri itu, lebar sekaligus panjang, dan dinaungi pepohonan yang rindang, pedestrian bisa melintas dengan nyaman. Juga ada wifi gratis di sana, asal punya laptop, silakan manfaatkan sepuasnya, tapi minus colokan listrik. Kalau capek jalan kaki, bisa rehat sejenak di tempat duduk nyaman yang disediakan. “Seandainya bisa pesan macchiato, saya bakal betah nongkrong di sini,” ujar seseorang di sebelah. Wah, itu bukan coffee shop, bung!

Sayangnya, tak semua trotoar di Solo bisa ‘semewah’ itu. Sebagian trotoar telah disalahfungsikan menjadi lahan untuk tempat parkir, menjadi ‘tempat usaha’, mulai dari warung kaki lima, tambal ban, sampai cuci motor. Saat Pol PP bergerak menertibkan, para pemilik ‘tempat usaha’ itu bakal berujar, “Loh, setiap hari saya kan sudah bayar upeti!”

Di Jakarta yang jalanannya riuh itu, trotoar seolah-olah ‘boleh’ jadi lintasan kuda besi. Jalanan sesak, koboi penunggang kuda besi tak mau antri, trotoar jadi opsi untuk dilintasi. Di jalanan, yang salah bisa merasa benar. Salah pun tak jadi masalah, karena yang bikin salah melakukannya berjamaah, jadi merasa aman karena banyak teman.

Sepinya pelintas telah menjadi pembenaran untuk ‘mengalihfungsikan’ trotoar. Kalau ada rintangan di depan, pedestrian terpaksa mlipir, atau turun dari trotoar, berjalan di jalan yang mustinya hanya untuk kendaraan bermotor. Setelah turun dari trotoar lalu malah terserempet pengendara sontoloyo, ya itu resiko. Apesnya lagi, bisa jadi malah si pejalan kaki yang disalahkan, sudah benjut masih dapat umpatan.

Tak hanya itu saja, kadang juga banyak ‘ranjau-ranjau’ tak terduga di trotoar. Kaki Anda tiba-tiba bisa terantuk besi bekas tiang yang sudah dipotong, atau tersandung paving blok trotoar yang berserak. Memang dampaknya tak seseram ladang ranjau di Kamboja, paling kaki Anda hanya luka sobek dan berdarah, kalau parah ya dijahit.

Lalu pedestrian yang terganggu, ke mana dia musti mengadu? Oh, ada pertanyaan yang lebih sederhana: pedestrian yang terganggu, bolehkah mengadu?

27 comments on “Hak Pedestrian Yang Terjajah

  1. kalo di luar negri gitu, sepertinya pedestrian lebih diutamakan ya? trotoarnya lebar, nyaman dan bersih. pengendara mobil maupun motor selalu “ngalah” kalo ada pedestrian yang mau nyebrang jalan misalnya. jauh beda dengan kondisi di negri kita tercinta. pedestrian harus paling ngalah dan gak boleh “kakean cangkem” alias protes. hak nya dilanggar pun, diem aja.
    mungkin Pedestrian itu makhluk yang paling sabar sedunia

  2. wah mas putra daerah sudah apdet lagi

  3. sekali lagi selamat atas apdetnya mas

  4. Pak Putra Daerah… aku ajak jalan jalan mau ya??
    nonton Bola di Sevilla Spanyol…. mau kan??
    aku tunggu yaaa

    ajak teman-teman yang banyak juga boleh.
    GRATIS TIS TIS

    ditanggung GRATIS

  5. wah ra kulino liwat trotoar, liwati tengah ndalan sisan…

  6. wuedan…sampek ada himbauan untuk parkir di trotoar😦

  7. Wah… terlalu ini. Pusing ngelatnya. Byuh.

  8. mungkin yang pakai sendal atau sepatu haru mengalah terlebih dahulu😆

  9. gombalan yang lumayan gurih..

  10. waks ada himbauan segala
    eh tapi yg becak keren loh🙂

  11. saat ini trotoar sudah beralih fungsi menjadi tempat parkir..
    sepertinya pemerintah kurang memperhatikan alih fungsi trotoar..
    kasihan juga bila melihat turis asing berjalan di pinggir jalan yang rawan kserempet

  12. pejalan kaki memang yang terlemah!

  13. jadi pejalan kaki mau dilewatkan mana……….

  14. lagi sadar kalo kang Domy update blog. memang seperti itulah keadaan disekitar kita (negara ini) semuanya terbalik kalau dibandingkan dengan negara luar.

  15. baru tahu kalo pejalan kaki itu disebut pedestrian. tak kiro ki opo?😀 Lha nek nak jakarta, trotoar ki iso dadi jalur alternative kalo macet je. (LOL) Mlipir mode on

  16. mungkin sudah jadi retribusi daerah!

  17. yg penting sudah bayar upeti… amaaaaaan…😉

  18. Semakin banyak saja orang memikirkan kepentingannya sendiri…
    Pejalan kaki rasanya hanya boleh MENGADUH untuk sementara ini

  19. ya… namanya saja indonesia…🙂
    taoi harus dirubah budaya seperti itu…

  20. kalau di FH UNS, dosen pada berebut parkir di depan lobi lantai 1 gedung I FH UNS.

  21. weleh weleh weleh…wis update meneh…piss !!!

  22. Boleh kok mengadu, tapi juga pada siapa?

  23. wah..aku wae sik duwe bis ra tau tak parkir nang nduwur trotoar…

    kok plate mbok irengke?harusnya ditampilin ajah..

  24. hak pedestrian cuman ada di LN,
    kalo di sini paling2 pedestrian kena klakson terus..
    jeheheheh

  25. […] Banyak tulisan yang menjelaskan mengenai pentingnya pedestrian. Hak-hak pedestrian. Sy sempat baca dan hampir kasusnya sama di setiap kota. Salah satu tulisan yang berhubungan dengan hal ini adalah ini nih… […]

  26. bgmna yah..dgn jalur pedestrian d jalan boulevard makassar.. ada ide??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: