38 Komentar

Memotret Bulan

Menangkap romantisme bulan purnama

Bulan Purnama...

Let’s swim to the moon
Let’s climb through the tide
You reach your hand to hold me
But I can’t be your guide
Easy, I love you
As I watch you glide
Falling through wet forests
On our moonlight drive, baby
Moonlight drive

(Moonlight Drive – The Doors)

Kebanyakan anak muda generasi saya mungkin sudah melupakan romantisme bulan purnama, terangnya sudah kalah oleh lampu-lampu kota, juga tak semeriah lampu disco. Hanya lagu dan puisi yang sesekali mengingatkan kita akan keindahan purnama.

Dini hari itu (5/7), sekitar pukul 2 saya keluar menuju halaman belakang rumah, sekadar cari angin dan menghisap sigaret. Ada cahaya terang muncul dari balik dedaunan pohon rambutan, seolah seperti gadis yang berusaha menggoda jejaka. Ya, saya melihat bulan purnama!

Sudah lama saya punya niat untuk memotret bulan, baru kali ini niat itu terjalani. Sebenarnya bulan pada saat itu belum 100% purnama, tak bulat sempurna. Tapi posisinya cukup bersahabat, tidak perlu sampai kayang untuk memotretnya, dan langit pun begitu cerah. Langsung saja saya menyiapkan kamera, dan segera naik ke loteng – yang biasanya untuk menjemur cucian.

Sigma 135 - 400 mm

Saya menggunakan lensa Sigma 135-400 mm milik kakak saya, barang dagangan tapi tak laku-laku. Kata orang, lensa ini terlalu panjang, bisa memotret semut di ujung dunia. Tapi untuk keperluan memotret bulan, lensa ini masih kurang panjang. Jadi, jangan harap bisa memotret semut di ujung bulan, haha!

Sebelumnya saya tak pernah membaca tutorial tentang bagaimana memotret objek langit seperti bulan, saya melakukannya dengan trial and error, learning by doing, atau apalah itu namanya.

Awalnya saya memakai center-weight metering, dengan pengaturan aperture priority. Ternyata hasilnya terlalu over. Akhirnya saya pindahkan ke spot metering, dan saya bikin under sekitar 2 stop. Diafragma menengah, saya mencobanya dari f/8 sampai f/11. ISO dipanteng di angka 200 untuk menghindari noise, dengan kualitas gambar RAW. Oya, saya menggunakan self-timer untuk mencegah goyang. Jepret-jepret, akhirnya dapat beberapa hasil yang lumayan, meskipun tak cukup memuaskan.

Yang paling susah dalam memotret bulan adalah mengatur komposisi dan memfokuskan objek. Dengan focal length 400 mm, objek bulan hanya terlihat kecil di viewfinder. Sebenarnya masalah ini tak perlu muncul kalau saya menggunakan tripod ciamik dan kokoh. Tapi ya mau bagaimana lagi, harap maklum, saya cuma punya tripod murah dan ringkih. Tidak cukup handal untuk menopang beban lensa yang berat, begitu sudah pas dan fokus, eh tripod itu meleset lagi.

Seperti yang tadi saya bilang, foto bulan ini tak terlalu memuaskan, detail permukaan bulan tak bisa tertangkap dengan baik. Foto mentahnya terasa dull, tidak tajam. Dengan bantuan menu ‘sharpening’ di Adobe Lightroom, foto bulan purnama ini agak ‘terselamatkan’. Editing minimal, hanya sharpening, mengatur level, dan croping.

Foto bulan bisa lebih menarik dan bercerita, jika dikombinasi dengan objek lain sebagai foreground, seperti gedung, gunung, laut, dan lain-lain. Sayangnya, di sekitar rumah saya tak ada objek menarik untuk bersanding dengan bulan.

Memotret bulan bagaikan mengungkap sebuah misteri yang belum pernah kita lihat sebelumnya, berbeda dengan objek-objek yang memang sudah ada di bumi. Mungkin ini salah satu alasan kenapa bulan bisa menjadi inspirasi romantis lagu dan puisi, karena dia selalu menyimpan misteri. Sekaligus menyadarkan kita akan kebesaran Ilahi…

38 comments on “Memotret Bulan

  1. ternyata motret itu susah ya.
    ajari donk!

  2. dony cen fotograper tenan kok…
    foto2ne apik..
    kapan2 arep tak jaluki tulung motret wong adus….

    ciwir last post pisowanan agung bhumi tidar

  3. aku blajar memotret dari kecil gak bisa2 mungkin krena kurang bakat

  4. konon bulan pernah terbelah. hasil foto NASA mungungkapkan misteri yang telah ada dalam kisah Cina, dan mukjizat Nabi Muhammad SAW dalam Quran.
    Andai mas Donny beruntung, mungkin dengan kamera tersebut bisa menangkap garis yang membelah bulan…

  5. saya juka paling suka dengan bulan
    bulan jamilah
    halah itukan wulan jamilah
    (lmao)

  6. nek raiku dipoto opo yo dadine ngunu ya…😀

  7. tumben pinter kowe don?? jikaakakaka

  8. joss tenan dadine… lagi belajar fotografi juga nih, punya panduannya ga mas? minta ya…

  9. phografer muda berbakat tenan…

  10. terakhir kali saya motret bulan, adalah pas masih di balikpapan dulu.. udah setaun lebih ga motret2 lagi..

    males..😀

  11. wah, saya mentok cuma bisa begini
    IMG_4126

    modalnya cuma kamera poket dijital sih😐

  12. sukses buat potograper
    aku juga suka motret motret

  13. wah, edun tnan ki hasil’e..
    maknyuss…
    pantesan pas motret Solo Batik Fashion hari terakhir nganti ngesot2 karo si s H a barang..haha
    ampe aq neng mburine ra weruh…

  14. bisa ya motret bulan jd terlihat deket banget……
    keren yak….
    klo bintang bisa gk ya?
    heheheheheheheh…..
    penasaran seperti apa bentuk bintang yg sebenernya…

  15. jadi ingat, dulu saya sering memotret sunrise tiap naik gunung…. waaaah ternyata udah lama banget aku gak menikmati keindahan alam….🙂

  16. woh lensanya ngeri🙂 masih nyidam tele blm kesampian

  17. Nyilih lensane……………….

  18. yeach… intermezo sejenak di sela nggarap sekripsi…
    semangat maneh mas!!!…
    nek sukripsine wes rampung, gantian aku wae sing difoto..

  19. Kapan2 aku dipoto ya kang

  20. ternyata bulan itu tidak catik ya
    jelek, bolong2 kek panuan, kadas, dan temen2e hehe

  21. Wow keren hehehe kalau makai kamera biasa bisa nggak ?

  22. fotone apik don. tapi kok mung siji?

    piye kabarmu? suwe ora jamu.

  23. bagus…… ^_^

  24. Hi Mas Donny,
    Pengen juga coba foto dg lensa super tele seperti Sigma di atas. Lensa Sigma terkenal karena ketajamannya dan foto bulan-nya sudah membuktikannya. Mending di simpen saja, buat hunting foto2 nature🙂
    Salam.

  25. wah, ngeri dong deh….
    ajari mhoto mas….

  26. andai bulan bisa ngomong….

  27. Bulan dan Gunung kiy ayune podo ora Don? kadang aku bingung nek kelingan omongane koncoku ndisik cah Solo .. Dari jauh Bulan kiy cantik,pas dideketin geradakan permukaannya.. Kalo gunung dari jauh indah,dideketinpun ayu ijone.. mbuh ah binun aku.. padahal kabeh ciptaan Gusti kiy indah ya Don🙂

    Foto Bulane apik tenan Don,Elok🙂

  28. apik tenan jan uapik…… tenan,salam kenal dari rudis

  29. […] halnya seperti memotret bulan, memotret asap juga bagai mengurai misteri. Kita tidak tahu bentuk asap yang bakal tertangkap dalam […]

  30. wow jepretanya asoy, yahudd…. keren…
    pake kamera apa nih?
    kalo pake hape gak mungkin sekeren ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: