14 Komentar

Krisis Listrik dan Pembatasan Jam Siaran TV

Sepertinya krisis listrik kembali terjadi di Indonesia. Pabrik-pabrik dibatasi dan dialihkan jam kerjanya, kantor-kantor pemerintahan dihimbau untuk berhemat, dan siaran televisi juga kena dampaknya. Stasiun televisi kembali membatasi jam siarnya. Ini mengingatkan saya akan kejadian serupa beberapa tahun lalu, pemerintah memberikan instruksi untuk membatasi jam siaran televisi, hal itu berlangsung beberapa bulan, sampai akhirnya stasiun tv kembali beroperasi 24 jam, padahal tak jelas apakah instruksi itu sudah dicabut atau belum.

Saat ini grup MNC, SCTV, ANTV, Indosiar, grup Trans Corp, dan TV One sudah berhenti siaran pada sekitar pukul 1 WIB, dan kembali siaran pada pukul 4 pagi. Hanya Metro TV saja yang masih nekat siaran 24 jam. Pastinya pembatasan jam siar ini tak akan berlangsung lama, maklum sebentar lagi kan Ramadan. Slot iklan pada jam sahur tak kalah larisnya dibanding prime time, jaman sekarang makan sahur pun musti ditemani televisi. Setelah Ramadan nanti tak tahu apakah pembatasan masih berlaku.

Berhenti siaran selama 3 jam bukanlah masalah besar. Hanya manusia nocturnal – masih melek, saat orang lain sudah pada tidur – yang mempermasalahkan, mereka seperti kehilangan cagak lek alias aktivitas yang bikin betah melek.

Padahal acara-acara tv pada dini hari itu kadang lebih bagus ketimbang prime time yang selalu dipenuhi dengan sinetron-sinetron. Banyak film-film bagus justru diputar pada jam tayang yang tidak populer. Saya pernah nonton film You’ve Got Mail dan Lock, Stock, and Two Smoking Barrels diputar sekitar pukul 2 pagi, kalau tidak salah di Indosiar.

Kembali pada masalah listrik tadi, negeri ini sebenarnya berlimpah sumber energi, ada pilihan lain selain bahan bakar fosil. Panas bumi, sinar matahari, angin, air, tapi kita belum bisa mengelolanya dengan baik dan tentu saja nilai investasinya besar. Wacana lainnya adalah goes nuclear. Memang bisa menjadi salah satu opsi, tapi banyak juga yang menentang. Saya sih setuju-setuju saja, asal PLTN-nya tidak berada di dekat lingkungan rumah, sono yang jauh, not in my backyard! Egois, mau enaknya doang, nggak mau nanggung resikonya, oportunis, atau apalah, haha.

PLN ngakunya sering merugi, bahkan beberapa PLTU ada yang masih memiliki hutang kepada pemasok batubara. Apa iya semua BUMN itu merugi, kalau sudah begitu lalu dijual murah ke pihak asing? Terus Indonesia punya apa dong? Semoga saja martabat bangsa masih tersisa, tak ikut tergadai.

PLN itu menurut saya aneh, lha wong listrik dagangannya laris kok malah disuruh membatasi pemakaian, mengurangi konsumsinya. Nolak rejeki itu namanya, iyo ra? Ajakan hemat energi itu bagus, tapi kalau terlalu hemat dan irit – satu rumah cukup pakai 50 watt misalnya – PLN juga yang bakal rugi. Atau mungkin juga tidak, karena listriknya bisa dijual lebih mahal ke negara tetangga😛.

14 comments on “Krisis Listrik dan Pembatasan Jam Siaran TV

  1. yg penting listrik kita ga diklaim negeri jiran wkwkwk

  2. acara tengah malam dan hampir pagi emang oke..kalo jatah listrik dikurangi gak bisa nonton kuis kopo BISIK2 dong..kan banyakb susu ndlosor di sana..hmmm..nyummy.. *testosteron nya lagi banyak

  3. yah sbnrnya g ngaruh jg. toh klo udah jam 1 pg, org2 biasanya ntn hbo or cinemax, udah jarang stasiun lokal…

  4. Gara-gara BBM naik, semua kena imbas…

  5. Di jerman juga lagi mau menggalakkan ngirit listrik Don. Tapi belum tau jadi nggaknya..

  6. perusahaan laknat negara ya mas😀

  7. Lha listrik di sini cuma nyala malam hari thok mas dony…jadi kalo siang kerjaanku molor melulu…Selama di Terusan Tengah gak pernah nonton yang namanya Wisata Kuliner-nya Pak Bondan…hiks…

  8. Untung gak punya TV Kang…😀

  9. Jual aja BUMN2 itu, lha wong mereka cm jadi makelar dan jadi sapi perahan penyedia dana taktis🙂

  10. @ zee
    HBO & Cinemax? kita2 yang rakyat jelata ini mana punya sambungan TV kabel….

  11. Pembatasan siaran TV dulu juga pernah diberlakukan, tapi nyatanya secara perlahan kembali seperti semula.

  12. ahh pake nuklir juga kayaknya cuma wacana ajah..proyek pemerintah yang tidak menentu..nyatanyatanya..uang buat proyek udah masuk ke kantong pejabatnya…

    cape deh…

  13. emg ad y,pembatasan siaran televisi?

  14. PLN itu ruwet kok, dari dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: