7 Komentar

Ku Rindu Rasul-ku

Malam, jam 22.10, secangkir kopi susu dan rokok menemani sunyi. Sunyi yang tiba-tiba lenyap karena riuhnya suara televisi. Suara riuh yang ternyata berasal dari sekitar tugu tinggi berpuncak emas, riuh karena orang-orang sedang ‘sibuk’.

Keriuhan yang membuatku merenung dan mempertanyakan kembali ajaran agama yang ‘hanya’ didapat dari warisan orang tua, bukan dari usaha sendiri untuk mencari kebenaran. Satu hal yang mungkin salah dan tidak pantas dilakukan, karena sama saja mempertanyakan Tuhan.

Islam yang dulu dikagumi, kini justru ditakuti. Islam yang dulu hanya satu, kini terurai menjadi seribu. Saat Suni dan Syiah tak bisa lagi dipersatukan oleh Quran, saat masing-masing golongan merasa ibadahnya paling benar, saat masing-masing ulama saling mempertentangkan fatwa, saat darah sesama muslim menjadi halal untuk ditumpahkan. Ajaran agama pun telah menyatu dengan aliran-aliran baru buatan manusia yang merasa berpikiran nabi dan rasul. Aku tak tahu apakah aku berada dalam golongan yang benar diantara 73 golongan itu…

Kusujudkan diriku di atas lembaran hangat sajadah setiap hari, demi mengharap hidayahMu. Mengharap jawabanMu atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini hanya terjawab oleh miskinnya ilmu.

Manusia sudah terlalu lama merindukan Rasul-nya, merindukan ajaran Muhammad yang satu bukan seribu

Ku rindu Imam-ku… Ku rindu Rasul-ku…

7 comments on “Ku Rindu Rasul-ku

  1. seragam neh karo panjul.. hehehehe.. memang sehati…

    Rindu kami pada mu ya Rosul
    Rindu tiada terperih
    Berabad jarak dari mu ya Rosul
    Serasa Dikau disini…

    benar-benar rindu kedamaian…. *secara rumahku di kecamatan kedamaian* hehehe

  2. semoga kamu menemukan rasul yang kamu rindukan itu nak..good luck! i’m blessing u..

  3. bukankah perbedaan adalah rahmat…

  4. kebenaran sejati tidak untuk ditunggu kawan,tapi dicari. bahkan jika seribu sujud kau lakukan setiap malam, kebenaran tak akan datang secara tiba2.

    satu hal lagi, mempertanyakan tuhan sama sekali bukan sesuatu yang tak pantas untuk dilakukan. bahkan adalah sesuatu yang teramat manusiawi. kenapa kita harus selalu merasa bahwa kita ‘tak seharusnya bertanya tentang dia?’ karena takut? takut dengan apa? dengan tuhan? atau takut menemukan kebenaran?

    justru dengan bertanya, adalah bukti kalau kita mencintainya. bahkan sampeyan sendiri juga memahami, bahwa apa yang sampeyan percaya adalah semata turunan dari orang tua.

    (bayangkan, jika memang itu adalah kebenaran sejati, betapa kasihan mereka yang terlahir dari rahim seorang nasrani, yahudi atau budha)

  5. Sejak awal, saya memang sudah berbeda pandangan dengan sampeyan tho? Tapi saya hargai pandangan Anda, toh Anda orang merdeka.
    Kebernaran sejatinya tetap akan datang, baik ditunggu atau tidak, baik dicari atau tidak.
    Saya tidak takut dengan tuhan, tapi dengan Tuhan. Entah apa yang Anda takutkan. Dan sebenarnya, rasa takut itu adalah seni…

  6. Kayaknya dikit lagi kamu bakal dapet hidayah…mungkin juga itu akan muncul dari koleksi FLV dan MPEG yang di folder lock-mu, who knows???hahahaha…

  7. ada yang istimewa saat NabiAllah Rasulullah Muhammad SAW dijemput izrail, maka 3 kata yang keluar dari mulut beliau saat sakaratul maut..
    ummati..ummati..ummati.. (ummatku..ummatku…ummatku) betapa beliau mencintai ummatnya, mengkhawatirkan ummatnya. hingga dulu kisahnya Rasul menangis sejadi2nya ketika diberitahu siksa api neraka oleh malaikat, beliau khawatir ummatnya.
    sebegitu cintanya beliau? lantas kita? duhai malunya…

    beliau pun pernah berkata pada sahabat, bahwa kaum yang dicintai dan istimewa adalah kaum setelahku, yang iman kepadaku padahal mereka belum pernah melihatku..

    kitakah itu???

    apa yang ditakutkan rasul beribu2 tahun lalu sudah mulai terjadi..
    ummatku akan terbagi 77 golongan dan hanya satu yang masuk surga bersama ku.

    kitakah itu????

    prediksi rasul tentang akhir zaman juga benar telah nyata, orang tua membunuh anaknya, anak membunuh orang tua, wanita berpakaian tapi telanjang (legging-red), masjid hanya jadi hiasan, banyak yang mengaku rasul dan nabi..

    siapkah kita? karna kita adalah makhluk akhir zaman…
    astaghfirullah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: