24 Komentar

Drunken Monster, Sebuah Catatan Harian Pidi Baiq

Sore itu kebetulan saja saya melewati sebuah toko buku yang belum lama buka, entah bisikan apa yang membuat saya ingin mampir. Tokonya kecil, koleksi bukunya pun tak begitu lengkap. Kepincut sama majalah Indonesian Photographer, tapi harganya lumayan mahal, kocek saya nggak cukup. Nglirik majalah Cakram, tapi ternyata edisi biasa, bukan edisi khusus. Tanya buku-bukunya Seno Gumira Ajidarma sama si mbak penjaga toko, oh ternyata tak sedia barang satu judul pun. Dia malah menawarkan semacam buku teenlit kepada saya, blaikkk! Si mbak itu tak bisa disalahkan, karena di mata orang yang beriman, saya memang tampak lebih muda, semuda remaja tanggung🙂

Ternyata di sudut rak lain ada buku yang resensinya pernah saya baca di koran, sampulnya bergambar aneh, judul buku itu Drunken Monster. Akhirnya buku itu yang terbeli, harganya 29ribu, masih dapet diskon 20%, saya bayar 30ribu di kasir, dapat uang kembalian, masih bisa lah untuk beli satu liter bensin harga baru.

Penulis buku ini adalah Pidi Baiq, dia sudah Haji, dia suami dari seorang istri dan ayah dari dua orang anak, dia lulusan FSRD ITB, dia mantan Dekan, dia mantan vokalis ben The Panasdalam, dia dermawan. Sungguh sosok manusia hebat. Menurut si Sayur, semua yang terlihat dari luar itu hanyalah kurungan.

Kurungan dan isi bisa lain. Yah, kehebatannya itu tak tercermin dari cara dia menulis dalam buku ini. Kalimat-kalimatnya tak memiliki struktur yang jelas, anak SD masa kini pun bisa menyusun kalimat jauh lebih baik daripada dia. Bahkan dia sendiri mengakui bahwa gaya bahasa tulisannya mencerminkan diri sebagai orang berpendidikan yang tidak berpendidikan. Justru gaya bahasa dan penulisan yang buruk itu menjadikannya berbeda dengan buku-buku lain.

Kang Pidi menyebut buku ini sebagai catatan harian. Tapi saya ragu, apa iya orang sehebat dia ternyata konyol dan ‘tak waras’ di kehidupan sehari-harinya. Entahlah, hanya di yang bisa menjawab. Saya sudah pernah mendengarkan lagu-lagu dari Panasdalam, seharusnya saya tak perlu kaget dengan kekonyolannya, lirik-lirik lagu yang ditulisnya dan tulisannya di buku ini sudah cukup menjelaskan betapa tidak warasnya dia. Jadi, kalau dia menganggap Drunken Monster sebagai catatan harian, Anda tak perlu percaya dengan kebenaran kisahnya, wong ra waras ojo digagas

Ada satu hal yang saya kagumi dari sosok Pidi Baiq, dia adalah orang yang sangat dermawan. Tukang becak yang sering nongkrong di dekat rumahnya pernah ditraktir makan di cafe mahal di Bandung. Seorang bapak penduduk sekitar Tangkuban Perahu dikasih 50ribu, begitu pula dengan tukang ojek dan sopir angkot. Tapi sebelum dikasih uang, orang-orang itu musti berlapang dada menanggapi setiap omongan dan kelakuannya, yah bayangkanlah acara tivi Candid Camera yang legendaris itu.

Di Gramedia Solo, seingat saya buku ini ditaruh di rak kategori ‘Humor’, bersebelahan dengan bukunya Beny-Mice, dan di bawahnya ada buku saku contoh SMS humor-gaul. Tapi Drunken Monster sebenarnya tak menyajikan humor kelas remeh dan miskin makna. Humor yang ada dalam tulisan Pidi adalah humor yang kadang berisi renungan-renungan, kritis, satire, dan sedikit berbumbu intelektual. Sebuah humor yang berusaha nyastra – atau justru sebaliknya? Menurut saya, Drunken Monster bisa saja ditaruh di rak kategori ‘Sastra’, bersebelahan dengan buku-bukunya Pramudya Ananta Toer, Sindhunata, dan Budi Darma.

Oya, sebenarnya semua tulisan yang ada di buku ini adalah catatan harian yang sudah diposting di blog Multiply miliknya. Silakan berkunjung ke sana, tinggal di-print, maka Anda bakal memiliki naskah yang hampir sama dengan buku Drunken Monster, cuman beda editing doang, tak perlu lah beli, hehe. Tapi kenapa ya buku ini masih saya beli juga? Yah, anggap saja saya lagi khilaf.

Kabarnya, Pidi Baiq sudah mengeluarkan buku baru lagi, judulnya Drunken Molen. Dan sedang menyusun buku lain, Ayat-Ayat Sompral. Ditunggu saja, semoga saya tak lagi khilaf…

JUDUL: Drunken Monster | PENGARANG: Pidi Baiq | PENERBIT: DAR! Mizan, 2008 | TEBAL: 208 halaman | HARGA: Rp. 29.000

24 comments on “Drunken Monster, Sebuah Catatan Harian Pidi Baiq

  1. “karena di mata orang yang beriman, saya memang tampak lebih muda, semuda remaja tanggung.” lambene ditoto mas nek omong…
    Btw saya suka lagu2nya di band panas dalam…lirik e nggatheli puolll…

  2. Kalo gitu melas ya Don, orang2 yang nggak waras tapi sukses. Kapaaaann aku bisa terbitkan buku resep, padahal aku waras lho Don..

    ketok-e komen-ku kok ora nyambung ya … ^_^

  3. postingmu kok seragam karo panjoell. jangan2 sing salah milih buku ki kowe don. hahaha.

  4. @ Joell – Kethok banget nek sampeyan nggak beriman🙂
    @ Judith – OOT nya nggak jauh kok mbak. Ayo buruan diterbitkan buku resepnya, coba tawarin ke Gramedia aja.
    @ Anang – Oh, yang di postingnya Mas Panjoell itu bukan saya yang dimaksud, tapi orang lain, lebih tepatnya cewek alias wanita🙂

  5. disini saya mengaku sebagai orang tidak beriman dalam konteks mengakui yen kowe muda, opo kwe ra nyawang aku ? Ndelok wayang dalange ki Anom, Pandhowo menang jelas Joyo. mesakne Si Doni ngaku enom tapi ra ono sing percoyo. huahahahahaaa….

  6. telat lu!
    drunken monster gue udah bulukan di kamar tuh, hahaha..

  7. Nek lagi drunken terus ngajak makan2 and ngasih2 duit kayak begitu ya. Puenak tenan yo ngladeni wong ra waras…

  8. halah, malah pingin beli….
    disaat harus hemat, malah tergoda tulisan orang “gak waras”….

  9. Mas dony..ada baiknya mas mulai print postingan di blog saya mulai sekarang.Soalnya ntar kalo dah jadi buku bakalan tak jual per bukunya satu juta rupiah..Udah gitu blogku langsung tak blokir supaya orang2 kayak mas dony gak bisa ngopy gratis..hwakakak..

  10. file PDF ada ga bos..???

    udah lama ga ke toko buku..???

  11. @ Koboi Urban – Niat hati ingin beli sudah sejak dari dulu, tapi musti nabung dulu. Nggak kayak sampeyan yang duitnya kiloan, pengen apa2 tinggal mbayar🙂
    @ Andri Kusuma – Lha postingan sampeyan banyak istilah medisnya, nggak cocoklah buat orang pandir seperti saya…
    @ Escoret – File PDF? Nggak tahu tuh, coba search aja. Ato nge-save blog multiply-nya saja

  12. wo….isih berhubungan dengan kurungan to?

  13. rame tenan komentnya.. aku durung pernah krungu lagune the panas dalam nda… duwe kasete ra kowe?

  14. yg di multiply pahaji pidibaiq udah di-cut bilamana bukunya sudah terbit🙂

    sudah baca yg “Drunken Molen”??
    silakan mampir2 situs multiply saya kalau mau liat tampang pahaji pidibaiq sedang launching “Drunken Monster”

  15. Talk Show Drunken Mollen (H.Pidi Baiq)
    bukan di PEMDA.

    Setelah berdiskusi dgn tdk memakai panjang kali lebar, maka Pendiri Negara Kesatuan Republik Depanasdalam
    yang dalam hal ini diwakili dan disetujui oleh Bpk. H. Pidi Baiq sebagai tergugat akhirnya menyetujui untuk sama-sama
    tidak berusaha mangkir dari tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk tampil di muka umum.
    Sedangkan pihak Mizan sebagai penggugat akan menyampaikan argumentasi atas keberatan-keberatannya kepada Bpk. H. Pidi Baiq sebagai Tergugat. Sedangkan Bpk. H. Pidi Baik harus menjelaskan semua permasalahannya dengan terang benderang, agar tidak memperburuk keadaan.

    Demikian informasinya semoga khalayak ramai menjadi tidak ikut memancing di air yang keruh,
    karena ikannya tidak ada.

    Tolong Catat jadwal sidangnya, supaya Bapak atau Ibu juga yang bukan Bapak-Bapak & Ibu-Ibu, Om dan Tante juga yang bukan Om-Om dan Tante-Tante, Teman-teman Mahasiswa, juga yang bukan Mahasiswa dapat mengetahui kebenaran jalan ceritanya, yaitu

    pada hari Jum’at, 19 September 2008
    jam empat sore sampai jam setengah enam (16.00- 17.30)
    Gramedia Merdeka Lt.1
    Area Buku Agama

    DRUNKEN MOLLEN
    Tergugat : H. Pidi Baiq (Penulis, Ilustrator, Pendiri NKR Depanasdalam,)
    Penggugat : Doel Wahab (Editor Remaja DAR! Mizan)

    Pengawas Penggugat & Tergugat : Kak Agga

    Buku ini jangan dibaca.
    _Jaya Suprana, Pendiri Studi Kelirumulogi

    Buku ini Sangat Aneh. Walaupun Saya Belum Membacanya
    _Candil “Seurieus”

    …. Maaf Tidak Ada Bonus….

    Buku Drunken Mollen yang ditulis oleh Bapa Haji Pidi Baiq ini memangterbilang sebuah buku yang memiliki karakteristik yang unik, antik, dan menarik. Sehingga kita akan tersenyum-senyum sendiri melihat kelakuannya bapak Haji Pidi Baiq di dalam buku Drunken Molen ini.

    Saat menikmati Puasa di bulan Ramadhan buku ini sangat-sangat cocok untuk anda baca. Terutama karena buku ini adalah buku humor yang kata pemred Surat Kabar Pikiran Rakyat disebutnya sebagai Humor Terapan.

    Coba tegok bagaimana Pa Haji Pidi menggambarkan tentang kedatangan seorang “tukang” sales yang menawarkan barang-barang untuk dibeli. Pa Haji Pidi justru menjamu sales tersebut dengan menghidangkan aneka buah-buahan
    segar, kemudian mengajaknya main Badminton dengan piring seng sebagai raketnya, setelah itu ketika akan pulang sales tersebut dibekali dengan buah-buahan sekantong kresek plus hadiah sebuah piring seng bekas main badminton. Malah
    harga barang (pengharum ruangan) tersebut itu dibeli sama Pa Haji dengan harga 300 ribu, padahal harga aslinya 100 – 250 ribu. Luar Biasa Bukannnn…. .

    Selain kisah tersebut diatas, masih banyak kisah-kisah lain yang ditulis oleh Bapak Haji Pidi Baiq ini. Mudah-mudahan seluruh kisah yang ditulisnya akan memberikan inspirasi bagi anda semua dalam menjalankan Ibadah Puasa. Pokoknya baca aja deh!!!

    Saya bangun siang. Tapi itu masih mending, masih pukul
    sembilan, karena biasanya saya bangun pukul dua belas siang. Saya memang pemalas, tapi untuk apa saya rajin kalau saya merasa diri sudah pandai. Samalah itu seperti halnya kamu, tidak perlu hemat lagi, karena kamu sudah kaya, sudah mendapatkan pangkalnya ….
    _Sales Badminton

    Mestinya Drunken Molen terbit duluan. Tapi karena
    terkena jebakan offside, maka terpaksa dibangkucadangkan dulu. Mungkin
    wasitnya go!@#$%k?!?!
    _Hagi Hagoromo, Editor In Chief FourFourTwo Indonesia (Majalah Sepakbola lisensi Inggris)

    PidiBaiq dengan buku sontoloyonya, tidak bermaksud mengajak kaum yang sudahterlanjur ilmiah untuk membacanya. Mengapa? Bukti Menunjukkan bahwapada pembacanya menjadi lebih b.e.r.w.a.w. a.s.a.n.
    _Rosiman Karmono, PNS Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung

  16. mampir boleh?

  17. yaa setuju,,,,
    saya juga nge-fans sama buku-buku dia…

  18. HWAAAAA….

    gak drunken monster…gak drunken molen…

    bener2 bikin nade…

    iri ma bebas n terfasilitasinya ke-nade-an “kakek” pidi…HWAHAHA

    aduh, emg dinia semakin gila…yang gak waras yang di puja…

    seneng deh jadi pemuja “kakek” pidi

  19. HWAAAAA….

    gak drunken monster…gak drunken molen…

    bener2 bikin nade…

    iri ma bebas n terfasilitasinya ke-nade-an “kakek” pidi…HWAHAHA

    aduh, emg dunia semakin gila…yang gak waras yang di puja…

    seneng deh jadi pemuja “kakek” pidi

  20. ralat dikit,dy blg: ‘cacatan harian’,,bkn’catatan harian’…

    hehe!

    hidup pidi baiq..

  21. buku ini buku yang pertama saya beli dan saya pun tertawa dari malam sampi pagi setelah baca isi buku ini

  22. aku ingin banget nih punya bukunya tapi belum ada cetakan terbarunya. keren banget kang pidi, lanjutkan maha karyamu yg keren itu, semata-mata keren untuk berbagi kisah hidup. drunkem monster, drunken molen, drunken mama, drunken marmut, al-asbun, ditunggu cacatan harian selanjutnya kang pidi!

  23. Aku udah baca buku ini, tapi kejadian2 di buku ini kok aneh2 ya. Sulit dipercaya, tapi lucu…

  24. Haha kang pidi baiq emang bisa aja bikin perut yang baca gelii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: