21 Komentar

Blogger di Tengah Era Citizen Journalism

Anda bisa menjadi ‘jurnalis’

Koran Blog

Saat terjadi tsunami di Aceh beberapa tahun lalu, kita bisa melihat detik-detik awal terjadinya bencana tersebut melalui televisi. Dan stok-stok gambar bergerak tersebut kebanyakan bukanlah hasil kerja wartawan, melainkan dari masyarakat biasa yang kebetulan membawa kamera video dan merekam kejadian itu. Memang gambar video tersebut berkualitas rendah –banyak goyang, blur, dan ber-resolusi rendah- , tapi justru mengandung nilai berita yang sangat tinggi. Konon Reuters justru membagikan Nokia N75 kepada respondennya agar bisa melakukan liputan secara langsung saat ada peristiwa yang tak terduga.

Ya, sekarang ini masyarakat awam sekalipun sudah bisa terlibat dalam jurnalisme media massa, meski masih sangat terbatas. Metro TV selama ini sudah rutin menerima video kiriman dari masyarakat, dan menayangkannya dalam program Suara Anda, Snapshot, dan program barunya I-Witness. Anda tidak perlu memiliki kamera video dengan 3 CCD, karena rekaman dari kamera handphone pun diterima, asalkan mengandung nilai berita. Sedangkan media cetak, seperti Republika dan Media Indonesia juga sudah mulai ‘membuka diri’ atas citizen journalism dengan memuat artikel dan foto dari publik. Posisi masyarakat yang dulu hanya menjadi khalayak pengkonsumsi media, sekarang ini juga bisa memposisikan dirinya sebagai komunikator melalui media massa.

Sebenarnya kita bisa mengaplikasikan citizen journalism tanpa harus melalui media massa jenis old fashion –koran, tv, radio. Yakni melalui blog, meski pengaksesnya tak sebanyak media massa old fashion, tapi blog juga memiliki pengaruh yang besar, bahkan blog bisa dibilang lebih demokratis dan liberal dibanding media massa biasa. Blog hampir tidak dibatasi oleh etika apapun, inilah perbedaan mendasar antara citizen journalism versi blog dengan versi media massa. Citizen journalism versi media massa harus terlabih dahulu berada di meja redaksi sebelum dipublikasikan, demi menjaga objektivitas, netralitas, dan nilai kebenaran.

Sedangkan citizen journalism versi blog, pemilik blog lah yang menangani semuanya, dari mulai sebagai ‘wartawan’, ‘redaktur’, hingga menangani publikasinya. Tapi dampak dari media blog ternyata tidak kalah dibanding media massa old fashion. Pada waktu pemilihan Presiden AS tahun 2004, baik kubu Demokratik maupun Republik memberikan surat ijin pers kepada blogger untuk meliput konvensi. Hal tersebut menunjukkan bahwa blogger juga memiliki kredibilitas dan pengaruh. Contoh lain, menteri dari negeri seberang sampai mencak-mencak gara-gara tulisan di blog.

Web seperti Wikimu.com secara kasat mata menampung tulisan-tulisan dari masyarakat biasa. Web ini mulai dari awal sudah memproklamirkan diri sebagai web citizen journalism. Selain Wikimu, masih ada lagi Panyingkul.com, Kabarindonesia.com, dan masih banyak lagi. Kalau Anda memang gemar menulis, silakan menjadi anggotanya.

Blog bukanlah barang suci, tapi ingatlah bahwa media massa sekalipun kadang kala juga bisa tidak suci. Selalu saja ada ‘tangan tak terlihat’ dan ‘kepentingan lain’ yang mempengaruhi netralitas penyajian informasi. Kalau sudah begitu, blog dan media massa harusnya bisa saling mengisi, melengkapi, dan mengingatkan.

Lalu kita sebagai pengakses blog dan sekaligus media massa musti bagaimana? Ya, pandai-pandai lah menyaring informasi, ‘kunyah dulu’ dan ‘rasakan’, jangan langsung ‘telan’, karena Anda sendiri sebenarnya bisa menjadi watch dog dari sebuah media.

PS: Orang di sebelah mengaku sudah lama melakukan watchdogging terhadap blog saya ini. Dia bilang, blog ini penuh kibul dan omong kosong belaka.

Wah, saya jadi merasa bersalah dengan Anda semua yang pernah berkunjung ke blog ini, semoga Anda tidak menuntut saya untuk mengembalikan uang yang terbuang percuma untuk membayar bandwidth saat mengakses blog ini. Saya benar-benar mohon ampun, pembaca blog yang bijak dan budiman harap maklum.

21 comments on “Blogger di Tengah Era Citizen Journalism

  1. he.he.kayaknya citizen journalism menjadi alternatif di tengah2 terpaan media massa mainstream. justru dengan citizen journalism inilah kita belajar menjunjung tinggi demokrasi yang tetap bertanggung jawab. kita bisa meng-upload informasi yang aktual, berimbang dan tidak memihak. asalkan dengan menjunjung tinggi etika dan profesionalitas, saya yakin citizen journalism bisa mendapat tempat di tengah2 industri media yang berorientasi profit semata. Declace-independence!!!

  2. setuju opo sing diomongkan Como, tapi sebenarnya kalo mo ngomong berimbang dan tidak memihak,hmm sulit kalo citizen journalism dibilang bisa kaya gitu.masih tetep bisa ditunggangi kepentingan dari “tangan ra kethok” iyo ra ? satu hal lagi yang menguntungkan ialah “berbagi rejeki” buat yang ngirim berita, kalo beritanya dimuat….

  3. waduh… kepengen dong dapet N75

  4. wah menarik sekali kawan pendapatnya, saya setuju. sekarang semua orang sudah bisa berkontribusi, sempat melihat berbagai acara serupa juga di televisi tanah air, yang saya ingat soal video-video kiriman pelanggaran lalu lintas, entah apalah nama acaranya.

  5. Aku akhirnya dapet FM2 1.1

  6. blog emang lebih keren dibanding media konvensional, apapun isinya…

  7. yang jelas bukan tren sesaat!

  8. Ah, gak papa. Keep on ngeblog ae Kang. Kalo memang ada yang gak suka ya jangan baca, gimana….???😀

  9. yesss… berarti aku sudah jurnalis ya. hehhehehee

  10. Salut Don salut setelah mbaca postinganmu iki,padahal aku ora mudeng babar blas tentang uprek2e dunia journalist…

    Cuek dan tambah semangat Don,hidup semangat!! …

  11. Mas, sampean tinggal di Jalan Yudistira sebelah mana? Anak kos to? Salam kenal juga ya…

  12. waduh aku udah yang ke-13, berarti udah gak dapat piring dong!

  13. aku justru lebih seneng baca blog..dibanding baca koran2 online… yg terkadang bahasa nya sudah diatur sedemikian rupa…supaya pihak2 lain tidak merasa tersindir atau dicemarkan nama baiknya ….

    walo terkadang ada juga berita2 hoax didalam blog…

    tp dr blog..justru saya dapet info2 terbaru..dan tergress…ttg indonesia tercinta…

    thx yah blogger2indonesia

  14. Dulu cita2ku pengin jadi wartawan lho mas Dony..Kelihatannya kuq keren kalau artikelnya dimuat.Aku pernah ngirim artikel ke beberapa redaksi surat kabar tapi sampai sekarang gak pernah dimuat..(mesakne tenan yo..).Jadi,pelampiasannya ya di blog ini..hehe ^_^

  15. saya kira memang benar apa yang Anda gambarkan diatas. sebagai alternatif media blog diharapkan dapat ikut berperan mencerdaskan bangsa juga. sekarang kita tunggu saja sampai internet benar-benar terjangkau oleh masyarakat😀

  16. Saya ngeblog tidak diniatkan sebagai ajang jurnalisme independent, hanya sekedar mengeluaran uneg-uneg dan isi kepala yang semakin banyak dan perlu penyaluran…

  17. benar dan salah itu kan realtif?
    menurut sayah blog ini bagus2 aja kok..hehehehe.
    baguslah skrg masyarakat biasa udah bisa ikutan berpartisipasi dalam tulis menulis gitu…

  18. ahhhhh citizen journalism, semua orang bisa jadi jurnalis sekarang…tapi apakah semua orang yang “mendadak jurnalis” itu tau masalah etika jurnalistik dan lain sebagainya? makanya menurut saya yang wong bodo plonga plongo koyo kebo ini pilih blog aja,yang jelas2 blom ada aturan2 yang mengikat dan bisa menjadikan bias…aku ngemeng opo to ki? kok malah bingung dewe…sori boss..maklum wong bodho…

  19. thankss… for all, blog if done

  20. press.. don’t never die. I live for news every day, anytime,anywhere.
    Independen always..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: