15 Komentar

Tren Koran Edisi Siang

Ada yang menyusul setelah Sindo dan Kompas

Iklan Media Indonesia edisi siang
Setiap detik, di bumi ini selalu saja ada peristiwa yang layak diberitakan. Tuntutan di jaman modern, khalayak butuh update informasi secepat mungkin, maka radio, televisi, dan internet pun hadir untuk memenuhi tuntutan itu. Bagaimana dengan koran? Ya, media cetak itu ternyata belum punah tergerus oleh media yang lebih canggih.

Mulai Senin (25/2) kemarin Media Indonesia (MI) terbit dua kali dalam sehari, edisi pagi (reguler) dan edisi siang. Apa yang dilakukan Media Indonesia ini sebenarnya bukan terobosan baru, Seputar Indonesia (Sindo) adalah koran pertama yang terbit dua kali, kemudian disusul Kompas dengan edisi Update yang cuman seribu rupiah itu.

Sayangnya saya belum pernah membaca MI edisi siang, saya tahunya juga cuma dari iklan di dalam MI edisi pagi, jadi belum bisa bercerita banyak. Di dusun saya, koran ini belum begitu banyak yang baca, kalah telak dengan koran terbitan lokal.

Jika menginginkan informasi terbaru kan sudah ada radio dan tv? Jadi untuk apa ada koran siang? Dibanding radio dan tv, koran tetap menyimpan kekuatannya. Sifat radio dan tv hanya menyajikan informasi sekelebat saja, kita tidak bisa mengulang informasi yang terlewat, penulisan naskah berita dalam radio dan tv menganut prinsip “keep it short and simple” alias tidak bertele-tele. Sedangkan dengan koran, kita bisa mengulang atau membaca kembali informasi yang terlewat dan terlupa. Kalau mau, anda bisa menyimpan halaman informasi tersebut, itulah yang disebut kliping. Informasi yang disajikan oleh koran biasanya juga lebih komplit dan mendetail.

Lalu bagaimana dengan internet, kan kita cukup berlangganan RSS-nya saja tho? Alasan klasik, di Indonesia belum banyak orang yang mempunyai sambungan internet di rumah, saya saja ngeblog masih lewat warnet.

Bagi khalayak, koran siang bisa menjadi alternatif lain dalam memenuhi kebutuhan akan informasi terbaru. Sedangkan bagi pemodalnya, koran siang juga berarti membuka lahan bisnis baru, orang Jawa bilang, “babat alas”.

PS: Sepertinya saya tidak cocok membaca koran MI edisi siang ini, karena di iklannya tertulis: Untuk Anda yang muda, sibuk, cerdas, kritis, dan berpikiran global. Saya memang muda, tapi tidak sibuk, tidak cerdas, tidak kritis, dan tidak berpikiran global.

Yang pasti itu adalah Anda, bukan saya

15 comments on “Tren Koran Edisi Siang

  1. waduh, melek informasinya kapan? klo terus2an dibombardir informasi… blm terserap satu, yg lain dah menyerbu… hehehe

  2. saya mah setia sama koran online ajah…
    cuma koran mah edisi pagi ama siang apa bedanya??? plg isinya cuma mengulang edisi pagi ditambahin sedikit bumbu

  3. lha putradaerah.blogs edisi sore mulai kapan ?

  4. Lha…kalo dah gini yang males Wartawan-e atau percetakan koran-e? …

  5. Kadang koran siang itu juga isinya basi, soalnya blm tentu wartawannya sanggup update. Awalnya doang oke, trs lama2 keteteran.
    Mending bikin koran khusus krimial, dijamin laris manis🙂

  6. Ah…Siapa bilang mas Dony gak cerdas?Wong bisa bikin blog segini bagusnya kuq bisa2nya bilang gak cerdas…Kalo mas Dony gak cerdas lha aku njut apah?Huhuhu… ^o^

  7. kalo di daerah mas macam di bulukumba kayak saya gini, langganan kompas juga nyampenya siang juga😀

  8. Saya memang muda, tapi tidak sibuk, tidak cerdas, tidak kritis, dan tidak berpikiran global.

    suka merendah…

  9. saya kok ndak berminat sama sekali ya baca koran update, rasanya kok gak penting amat..kalo butuh cepat ya mendingan TV-radio to. kalo butuh yang detil kan bisa nunggu edisi besoknya..hahahaha..tapi itu kan menurut saya yang juga tergolong tidak cerdas, sibuk, kritis dan berpikiran global.

    salam

  10. @ Gempur – Inilah yang namanya era banjir informasi, kita sebagai khalayak musti pandai memilih dan mimilah, agar tak terjebak dalam sebuah ‘permainan’.

    @ Ichaawe – Hampir ga ada bedanya, mbak. Dengan dikasih bumbu beberapa berita aktual.

    @ Sayurs – Gawe edisi mingguan ae angel, mas…

    @ Judith – Yang ada malah mereka keteteran, mbak

    @ Zee – “Mending bikin koran khusus krimial, dijamin laris manis :)”. Dan dengan ditambah sedikit bumbu ‘cerita sex’, haha

    @ Andri Kusuma – “Ah…Siapa bilang mas Dony gak cerdas?”. Loh, lha wong saya memang nggak cerdas, kalo saya cerdas kan sudah pasti jadi dokter seperti sampeyan, hehe. Jangan disuntik ya, dok…

    @ Laksono – Masih mending itu, mas. Daripada kita nggak dapat informasi sama sekali tentang apa yang terjadi di bumi ini.

    @ Isnuansa – “suka merendah…”. Waduh waduh, susah saya menanggapinya, ;D

    @ Yudhi Hartomo – Jurnalis seperti anda saja nggak doyan koran siang, apalagi saya, hehe. Kapan mas, ngajari saya motret?

  11. dahlan iskan kok gak ikut2 ya?

  12. kompas juga sudah ada. dulu banget pernaha da detik koran cepat heheh.. tau tuh siapa sih yang pekerjaanya membaca heheh

  13. waduh header mu apik tenan don, becak margo mulyo hahahhaha

  14. Media Indonesia????

    duluuuu jaman MIOL…aku selalu chat di koran itu……

  15. hhm, keuntungan koran siang adalah biasanya kalo ada kejadian yang baru terjadi di hari itu, mereka memuatnya, dan disempurnakan data2nya lewat koran pagi besoknya, dan mereka sorenya nambahin lagi fakta2 yang ditulis koran pagi saingannya.

    yah, bagus sih ada dua2nya, cuma terkadang koran siang infonya cuma sedikit, jadi lebih ke sekedar pemberitahuan, suara pembaruan satu2nya yang lumayan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: