11 Komentar

Angpau Pertama Saya

Orang Jawa merayakan Imlek

Rabu malam kemarin saya diajak Mas Sigit si juru potret itu untuk hunting foto perayaan tahun baru Imlek di Klenteng Tien Kok Sie, tepatnya di sebelah selatan Pasar Gedhe Solo. Sungguh menarik, ini adalah pengalaman ketiga saya memasuki Klenteng.

Saya kira perayaan itu bakal sepi saja, tapi ternyata lumayan ramai. Jemaah silih berganti datang dan pergi, untuk beribadah dan berdoa menjelang malam pergantian tahun baru Imlek.

Selesai acara kami disuruh oleh seorang bapak pengurus Klenteng untuk mengambil angpau, tentu saja saya nggak nolak, hehe. Saya buka, isinya adalah uang, gelang, dan selembar kertas dengan tulisan Cina, katanya itu semacam rajah. Masing-masing barang itu memiliki makna.

Uang, meskipun yang saya terima jumlahnya cuma dua ribu rupiah, tapi maknanya mendalam. Uang dimaksudkan sebagai modal, kita musti menggunakan uang itu untuk memulai sesuatu yang baik, berani dan mau bergerak, jadi uang tersebut tidak hanya disimpan saja. Mungkin filosofi ini pula yang dipegang oleh masyarakat RRC, sehingga negaranya bisa menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia.

Gelang dan rajah dengan tulisan Cina, dimaksudkan untuk menjaga kita dari sesuatu yang buruk. Saya nggak mudheng arti tulisan Cina itu, lha wong baca saja nggak bisa.

Saya adalah orang Jawa, bukan Cina, tapi perayaan Imlek ini cukup berkesan bagi saya. Meskipun kebanyakan yang hadir di Klenteng tersebut adalah warga keturunan Tionghoa, tapi saya dan Mas Sigit tetap diterima dengan baik. Kerukunan dalam kebersamaan, semoga bisa dipertahankan.


Gong xi fa cai dan Xin Nian Kuaile 2559

11 comments on “Angpau Pertama Saya

  1. hanya satu kata, makan-makan…
    BTW imlekan kali ini saya gak bisa lihat barongsai. biasanya kalau imlekan di TUBAN pasti meluncur ke Kwan Sing Bio….
    bebanggalah jadi bangsa yang berwarna-warni!

  2. disini sama sekali gak berasa tahun baru cina …
    asik juga yah jalan2 ke klenteng…dapet angpaw pulaa..heheheh berapapun isinya gak malsah lah..yg penting kan pengalamannya

  3. yUHUU tos aku juga dapat angpao mas dOny…^^oya mas Dony di dalam klenteng mank blh motret ya?aku pernah mau motret di dalamnya tp di tolak hikhik…aku suka langit2 klenteng ama depannya…art,tp sayang ga’ di ijinin…di depannya aja yg blh

  4. Welha, lha nek wong jowo ki istilahe dudu angpo….ning entuk wajib!(koyo mbah kaum kae lho)

    numpang lewat

  5. lha kl maksud dr perayaan imlek tu sbnrnya bwt apa?

  6. wah enak dpt angpao,,
    seumur2 sy lm pnh dpt,,
    pdhl tmpg ud oriental,,
    hwehehe,,
    klo d smg tu yg rame pas imlekan d semawis,,
    tp kmrn g smpt k sana T-T

  7. Aku juga beruntung, dapat angapao, he,,,he… tapi gak banyak. Padahal dihari lebaran china aku keliling berkunjung kerumah teman-temanku yang mayoritas dah nikah sama orang HK. Kebetulan sekarang aku masih di Hong Kong. Amplop merah ngalir sampai hari gini(seminggu setelah lebaran). Tapi kok uangnya cepet habis ya?he…he…

  8. ra ngadel nek isine mung rongewu.. sik liyane wis kanggo nyarutang nang PS je…

  9. Rupamu, gaz! Nek butuh duit gede, khan aku mesti njaluk kowe, cah Jakarta, galgendu maneh…

  10. opo dupeh wong jowo, angpao-ne mung sithik.
    ojo-ojo mung mblethuk wae to…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: