12 Komentar

Ganti Tahun, Ganti Kalender


Kata Mas Sigit, tahun baru itu nggak ada yang spesial, kecuali cuma ganti kalender. Sudahkah Anda mengganti kalender yang ada di rumah dan kantor? Kalender biasanya kita dapatkan secara gratis, bisa pemberian dari bank, toko baju, bengkel, hingga partai politik. Gabungan antara sarana promosi dan CSR (Corporate Social Responsibility), mengingatkan hari dan tanggal – termasuk hari libur dan hari kerja – kepada masyarakat bisa juga dianggap bentuk pertanggungjawaban sosial.

Bicara soal kalender alias tanggalan, saya sendiri lebih memilih kalender model jadul yang ukuran angkanya cukup besar, lengkap dengan hari pasaran Jawa – Pahing, Pon, Wage, Kliwon, Legi. Menurut saya kalender semacam itu lebih fungsional dan angkanya mudah terlihat dari jauh, cocok untuk orang berkacamata minus seperti saya. Sebenarnya ada kalender yang angkanya jauh lebih besar lagi, yakni kalender model harian, tapi banyak diantara kita yang malas menyobeknya setiap hari.

Tahun 2007 kemarin saya mendapat kalender 12 bulan penuh yang tercetak dalam satu lembaran saja. Kalender itu terlalu modern buat saya, hari Minggu warnanya tak lagi merah tapi sama dengan hari lainnya, bahkan tak ada keterangan hari libur nasional, angkanya juga terlalu kecil. Karena desainnya bagus, akhirnya kalender itu hanya menjadi hiasan dinding saja.

Anda pasti pernah berkunjung ke sebuah warung makan yang memasang puluhan kalender di dindingnya dengan segala macam gambar, dari pemandangan alam, wanita, bunga, hingga mobil. Justru gambar-gambar dalam kalender itulah yang sering kita perhatikan, bukan tanggal atau harinya. Saya selalu penasaran, apa nggak capek membalik atau menyobek kalender sebanyak itu saat bulan demi bulan berganti.

Apapun model kalender dan bentuk aplikasinya (jam tangan, ponsel, desktop komputer, hingga sidebar blog), fungsinya tetap saja sama, mengingatkan kita akan masa yang terus berjalan. Ada kemarin, hari ini, dan esok. Kesannya manusia seperti diatur oleh waktu, tapi itu tergantung kepada masing-masing individu untuk menilai keberadaan waktu, ada yang merasa bahwa hari-hari terasa cepat berlalu, ada juga yang merasa lambat dan lama.

Selamat Tahun Baru 2008, kita mulai dengan berjuta harapan di bulan Januari.

12 comments on “Ganti Tahun, Ganti Kalender

  1. selamat tahun baru… semoga semua harapan di taun baru ini terkabulkan amin…. mari melangkah menuju jalan yang lebih baik daripada tahun sebelumnya……

  2. Dibalik angka2 di kalender itu seringkali tersimpan memori2 baik yang indah2 maupun yang pait2…dirumah bahkan angka2 di kalender sering dilingkari sama bapak/ibuk saya pake spidol merah plus dikasih oret2an, jadi semacem agenda gitulah…Met tahun baru bro, tahun ini resolusi kita jelas..LULUS!!!!!!!!

  3. selamat tahun baru..
    melewati tahun yang harus disyukuri dan menangkap makna hidup yang akan dijalani. Sesulit apapun

  4. Met tahun baru , semoga segalanya menjadi lebih baik, oh iya aku juga sama suka kalender yang tulisannya gede-gede

  5. MET TAHUN BARU 2008 mas DONY ^^O^^
    moga tercapai apa yg di cita N cintakan amieNN…

    berhubung kaleder mas donny dapat bnyk minta 1 dunk,…kikikikkikkk

  6. Kalender yang di warung2 itu biasanya sebagai ajang promosi berbagai institusi atau perusahaan yang namanya tertera di kalender. Met taon baru ya, semoga tetap sukses di segala bidang.

  7. selamat tahun baru yah don..ngomong soal kalender…disini kalendernya modelnya sisitem kalender sobek..ngerti gak???
    itu tuh, yg tiap berganti hari harus disobek … hampir tiap rumah kalendernya bgituan..dan yg lebih bagus lagi…disetiap lembaran itu..ada dibawahnya tulisan kecil..yg terkadang kata2 pepatah, hadits2 Nabi … bagus yah idenya… kenapa yah kita gak buat sperti itu juga

  8. Met tahun baru ya..
    Klo sy justru suka tanggalan yg perbulan itu perlembar. Jd klo mo menandai hari or tgl jd gampang… Klo yg kecil2, apalagi g ada pembedaan warna…wah itu siy hemat namanya, hehehe…

  9. celana dalamku anyar don..
    haha

  10. Kalender macam apapun bentuknya, tetap menunjukkan waktu. Waktu yang diklaender memang bisa kita lihat kembali, kita pegang kembali atua kita sentuh. tapi sayang waktu yang terlewatkan tidak mampu kita kembalikan, menyesal aku telah menyia nyiakan waktu. wahai doraemon, kalo kamu ada mbok pinjem mesin waktunya. mumpung nulisku di blog punya pak gurunya nobita, hehehe peace bro

  11. kalender yang angka2nya gedhe lebih enak…

  12. waktu cmn ada 24 jam sehari…cepet sekali…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: