20 Komentar

Minum Air Keran


Apakah anda pernah meminum air P(D)AM yang keluar dari keran di rumah tanpa dimasak? Kalau belum, berarti kita sama warasnya. Mencoba melakukannya di rumah bisa berarti menyiksa diri, “don’t try this at home” masih berlaku. Seorang saudara yang kuliah di luar negeri saat balik ke Indonesia pernah mempraktekkan kebiasaan barunya, meminum air keran, itupun karena lupa, untungnya dia langsung ingat dan air yang diminumnya belum mencapai pencernaan.

Kata ‘air minum’ yang ada di dalam kepanjangan P(D)AM tak memberikan jaminan aman untuk langsung diminum tanpa dimasak. Konon air yang diproduksi oleh perusahaan air minum memang aman untuk langsung dikonsumsi, tapi karena instalasi pipa yang mengalirkan air ke rumah-rumah itu sudah terlalu tua, maka air kembali terkontaminasi. Itu baru sebatas ‘konon’ lho, karena blog ini bukan halaman jurnalistik, maka kata ‘konon’ boleh saja disisipkan. Saya tak tahu apakah air yang keluar dari keran di hotel bintang lima dan apartemen mewah sekelas Senayan City sudah aman untuk langsung diminum atau belum. Kalau anda tahu, boleh lah berbagi di sini.

Jumat sore kemarin saya melintas di depan kantor PDAM Solo, tepat di tiang-tiang pagarnya disediakan air yang bisa langsung diminum. Saya penasaran, lalu mampir sejenak untuk ‘nyicip’ dan mengambil gambar. Sempat ragu untuk mencobanya, karena memang tidak pernah sebelumnya. Orang lain yang saat itu juga mengisi botolnya, kelihatannya tak begitu khawatir untuk meminumnya, saya memberanikan diri. Gimana rasanya? Yang namanya air putih ya nggak ada rasanya dong, emangnya air jeruk. Dan setelah meminumnya, ternyata pencernaan saya aman-aman saja, tidak mules-mules, berarti memang layak untuk langsung diminum.

Harusnya fasilitas seperti ini perlu ada di tempat-tempat publik, seperti yang kita lihat dalam film-film barat, ada keran khusus untuk air minum, mancurnya ke atas, bukan ke bawah, air bisa langsung masuk ke mulut. Bukankah Indonesia itu termasuk dalam wilayah tropis yang panas? Sudah pasti banyak orang bakal kegerahan dan kehausan jika terlalu lama berada di luar ruangan, air minum gratis di tempat umum pasti sangat bermanfaat, daripada kita beli Aqua (baca: akua) gelasan dan literan. Lagi pula kita bisa irit duit, dan mengurangi sampah plastik bekas kemasan air mineral.

Entah sejak kapan keluarga tingkat menengah beralih menggunakan air mineral dalam galon, mahasiswa seperti Koboi Urban pun sedia air mineral galonan di dalam kamar kosnya. Praktis, karena tak usah lagi menjerang air, adalah alasan utama. Sedangkan alasan peduli kesehatan bisa berada di urutan kedua, toh tiap keluarga dan individu punya standarisasi kesehatan masing-masing. Depot isi ulang air mineral pun menjamur, dan merek terkenal seperti Aqua mulai banyak yang dipalsukan. Konsumen masih ragu apakah air P(D)AM sudah siap minum, karena nyatanya memang baru sebatas siap dipakai mandi dan mencuci. Untuk mengadukan masalah ini ke YLKI, anda harus punya nyali setajam belati.

Orang di sebelah bilang, “Lha wong, air keran mengalir lancar saja sudah untung, kok malah menuntut minta air siap minum segala”.


20 comments on “Minum Air Keran

  1. Ya..ya..ya…silahkan terus bermimpi…mungkin baru anaknya cucu kita kelak yang bisa menikmati fasilitas aer siap minum ini tersedia ditempat2 umum layaknya di luar negeri…

  2. Wah,
    klo gw minum air mineral emg utk mengutamakan kesehatan, soalnya air di Jkt ini ancur banged. Tp kadang galon air mineral itu tdk higienis, saya sering menemukan air mineral keruh ketika dikucur ke gelas. Mgkn krn diisi ulang itu kali yah..
    Jd sy antisipasi dgn sedia air mineral botolan. Jadinya jatuh lebih mahal krn musti beli 2 item yg beda..

    http://tehsusu.com

  3. Saya juga pernah dengar yang ini. Sayangnya belum semua daerah punya ya. Kalo di Indonesia PDAM sebenarnya bukan perusahaan daerah air minum. Tapi Perusahaan daerah air mentah, mesti diproses dulu kalau mau meminumnya.

  4. waduh ^^::^^

    Ponorogo tempat kos aku,airnya ga’ terlalu jenih,selesai di masak airnya mengandung kapur..jd selama ini aku pilih air mineral botolan…^^O^^YuP..

  5. lha mau gimana lagi..lha wong republik kita ki ora umum lho !!

  6. di mesir sini jg bgitu..bnyk bgt dipinggir2 jalan..tp saya sendiri gak bisa minum air itu..rasanya kyk bnyk lumutnya…yaaakksss bgt.
    orang2 mesir, dirumah pun lgsg minum dr keran.
    saya jg akhirnya lgsg minum dr keran…tapiii…ada tapinya…dirumahku ada filter khusus..jd rasanya gak kyk lumutan lg

  7. ini masalah sepele, padahal kalo mau digarap secara serius, publik bisa tertarik juga. iya-ya, negara kita khan negara tropis, kandungan air dalam tubuh pasti cepat berkurang seiring dengan keluarnya keringat yang mengandung ion dan mineral. seharusnya, PDAM sebagai lembaga pelayan publik mulai membuat terobosan di tengah2 masyarakat yang semakin pathetic dan apatis ini. mungkin kebanyakan dari mereka berkata : ada ya syukur, kalo gak ada ya saya bisa cari sendiri..he.he.he

  8. sedap ….🙂

  9. Kemaren 6 hari travelling, di Hotel disediain air kemasan buat gosok gigi & cuci muka kekeke…
    Trus balik lagi ke sby, gosok gigi pake air P(D)AM yg rada2 kuning.. hix..

  10. Wahhhh kalo di daerah udah ada fasilitas begini patut kita syukuri lah..

    Pemerintah juga harus terus merawat fasilitas supaya gak kayak air lumutan🙂

    Informasi kamu TOP BGT Don!!!

  11. wah di Solo ada fasilitas air minum langsung dari keran ya?
    Iya harusnya di Indo yang panas gitu, disediain di tempat umum air minum mancur..

    btw,salam kenal ^^

  12. Well, aku nggak setuju dengan air minum tanpa dimasak.
    Kita Indonesia bukan barat man!
    Air aja masih pakai kaporit!
    Di Surabaya aja air banyak kuman dan zat berbahaya yang nyebabin kanker!
    Nggak kebayang deh kalau itu diadaain di sini!

  13. gmana , mas ga mules2 abis minum air itu?

    kalau airnya bagus itu langkah yang baik mengadakan kaya gitu buat musafir…..

  14. dua generasi lagi semoga udah bisa minum air kran.

    air galon lebih praktis dan murah kan?

  15. wah… beneran tuh ada? aseek donk… kalo benda seperti ini ada di tiap sudut kota pasti akan nyaman bener, soalnya air sekarang semakin susah. Kuantitas sih banyak (sampe banjir segala), tapi yang kualitasnya te-o-pe-be-ge-te sih susah. hehehe…

  16. emangnya PDAM mau masakin air segitu banyak??? kwakakaka
    palagi air PAM kan mengandung kaporit… ampun deh

  17. Menyinggung tentang air minum saya jadi ingin sampaikan pada kawan-kawan bahwa saya sekarang sepertinya jadi salah satu korban pemalsuan air kemasan galon merk AQUA, dimana hari minggu kemarin saya beli di warung, dan ternyata airnya berasa kayak kaporit/rasa obat gitu.makanya mau saya laporin ke POM, kira2 ditindaklanjuti nggak ya ama mereka?apa perlu ke YLKI juga?

    http://www.easy-milyuner.com/?id=rlanwijaya
    http://www.keuanganpribadi.com/?id=rlanwijaya

  18. *ceguk!* perlu sosialisasi lebih jauh agar fungsi dan kegunaannya gak mlenceng

  19. Saya asli orang solo yang sekarang berdomisili di Jakarta.

    mengetahui hal tersebut sebenarnya saya mau mengajukan isntalasi system air bersih dan air lagsung minum untuk daerah Solo dan skitarnyua. kami pasang semuanya dengan modal kami, tentunya dengan izin Pemkot Solo.
    Sistem kami dari teknologi Jerman, kami mengambil dari Sungai dan segala limbah air kami tampung dan kami kelola menjadi air bersih dan siap minum seperti yang sudah dilakukan di negara2 maju.
    untuk harga kami jauh lebih murah dengan PDAM. PDAM pun akan senang karena tidak lagi berinvestasi lagi.
    untuk itu kalau ada yang bisa menghubungkan kami dengan Pemkot akan kami presentasikan sistem kami.

    Aslam Nurseha Rakhman
    021-33974499/08567249229

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: