7 Komentar

The GODFATHER by Mario Puzo (First Print, 1969)

“I think [The Godfather] is a perfectly-executed book, with great invention of story.”
Mario Puzo

Kata “mafia” menjadi lebih sering digunakan oleh media massa Indonesia dibanding beberapa tahun sebelumnya. “Mafia” biasa dipakai untuk menggambarkan sosok kriminal kelas atas dan memiliki kekuasaan yang sangat berpengaruh, sebut saja mafia peradilan, mafia pembabatan hutan, mafia judi, dan lain sebagainya. Orang Sisilia justru menganggapnya sebagai high-class behavior dan dikagumi, terlepas dari sisi kriminalnya.

Bicara tentang mafia tentu tak lengkap tanpa menyebut satu nama legendaris, yakni Don Vito Corleone. Meskipun hanya sosok fiksi yang dibuat oleh Mario Puzo, tapi Don Vito tetap dianggap sebagai representasi dari para mafia keturunan Itali yang tinggal di Amerika. Karena penggambaran yang detail tentang sosok mafia dan lika-liku organisasinya, Mario Puzo pernah dianggap benar-benar terlibat dalam jaringan mafia, padahal dia mengaku hanya melakukan riset pustaka saja. Penulis handal ini berpedoman menulis jernih seperti berbicara dan secara dramatis seperti bertutur.

Buku yang diterbitkan pada tahun 1969 ini pernah berada di peringkat pertama daftar buku terlaris New York Times selama 67 minggu dan terjual lebih dari 21 juta kopi! Salah satu kopi dari cetakan pertama novel ini ternyata bisa ditemukan di Perpustakaan Pusat UNS Solo, dan masih boleh dipinjam oleh mahasiswanya. Fisik buku ini masih baik, tidak ada halaman yang rusak dimakan ngengat, meski sampul depannya sudah digantikan dengan hasil fotokopi. Sayang, di dalamnya sudah banyak coretan dan beberapa ujung halamannya sengaja dilipat menjadi dog’s ear sebagai pembatas halaman.

Saya belum mampu menuliskan lebih banyak tentang bagaimana cerita yang ada dalam novel ini, maklum saya sedang tidak bisa menyediakan waktu untuk membaca novel setebal ini, yang berbahasa Inggris pula. Lalu kenapa dipinjam kalau tidak dibaca? Bukan saya yang meminjam, melainkan seorang saudara yang membutuhkan novel ini untuk kajian skripsinya, dia sedang meneliti sisi psikologis dan karakteristik Michael Corleone, anak dari Don Vito Corleone. Sungguh skripsi yang bermutu, tidak kacangan semacam yang saya bikin.

JUDUL: The Godfather | PENGARANG: Mario Puzo | PENERBIT: G. P. Putnam’s Sons, New York, 1969 | TEBAL: 448 halaman | HARGA: Priceless

7 comments on “The GODFATHER by Mario Puzo (First Print, 1969)

  1. Waduh mau pamer nie?
    Bisa pinjem nggak ya?

  2. Film-nya sampai seri 3 tuh.
    dan novel itu versi indonesianya ada kan ?

  3. The Godfather selayaknya masuk ke daftar kreasi manusia paling penting abad ini. mafia bukanlah penjahat kacangan, mereka punya kode etik (omerta, anyone?), kehormatan, harga diri dan berbasis keimanan pada sang Don. Hail!

  4. Wah gak nyangka kampus kita yang sering dipandang sebelah mata ternyata punya harta yang gak ternilai harganya macem itu, jadi agak bangga juga kuliah di sini…

  5. iya ya…kalo mafia impor pasti jadi komoditas yang selalu menarik…saya tuh sebenernya tertarik dengan kehidupan mafia lokal, kapan ya, ada yang mau mendokumentasikannya, Di Solo aja udah ada prototipe seperti itu. Sebut saja Dewan Muda Complex yang bermarkas di Solo Utara, dengan GONDHEZ yang bermarkas di Kepatihan. Asal tau saja, mereka ini para local hero yang perlu dipublikasikan. pasti ngga kalah seru dengan Orang2 sisilia sana..ha.ha. Here comes the bastards

  6. Wah, aku suka banget baca buku sejenis seperti omerta, last don, dll. Nggak nyangka bisa ada di Solo. Bener, keren juga.Jaman kuno indonesia dulu ada nggak ya mafia…

  7. terjemahannya kan sudah ada mas? tapi sangat menyenangkan kalo kita punya koleksi buku cetakan pertamannya.(ngiler)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: