7 Komentar

Ubo Rampe Untuk Kematian

Pada saat dimana masih banyak orang yang bersusah payah mencari lahan pekerjaan, seorang tetangga saya justru menciptakan sebuah pekerjaan unik untuk dirinya sendiri. Yakni sebuah bisnis jasa penyediaan mobil lelayu, dengan bermodalkan sebuah ambulans bekas dia sudah bisa membangun usahanya. Tak hanya itu, dia juga menyediakan jasa charter bus lelayu dan menjual beragam jenis kijing (peti mati).

Bisnis ubo rampe (perlengkapan) kematian sebenarnya bisa sangat menggiurkan, karena dalam adat tata laku yang dipegang oleh orang Jawa, perlengkapan kematian tersebut tidak boleh ditawar saat pembelian. Berapapun harga yang dipatok oleh si penjual, kita harus dengan ikhlas membayarnya tanpa proses tawar menawar, orang Jawa bilang: ora elok (tidak baik).

Banyak wirausahawan yang berdoa dengan sepenuh hati agar usahanya bisa mendatangkan keuntungan sebanyak bisa digali. Tapi untuk pebisnis ubo rampe kematian, berdoa dan memohon kelancaran rejeki kepada Tuhan bisa jadi sangat dilematis, di satu sisi dia butuh uang untuk menafkahi diri sendiri dan keluarga, tapi di sisi lain secara tidak langsung juga berharap agar banyak orang semakin dekat dengan jemputan maut.

Terlepas dari anggapan miring itu, bisnis ini masih termasuk halal untuk dilakoni dan bisa mendatangkan rejeki yang berkah, jauh lebih baik dibanding orang necis berdasi bermental kecu (maling) yang korupsi sana sini. Mungkin dia sudah lupa bahwa suatu saat nanti juga bakal membutuhkan perlengkapan kematian untuk melengkapi ritual penguburan. Anda dan saya bisa saling mengingatkan.

7 comments on “Ubo Rampe Untuk Kematian

  1. Bisnis kematian…begitu saya menyebutnya, saya pernah disuruh bapak saya mbayarin peti mati buat simbah saya dulu pas meninggal, bayarnya ya pake uang layatan itu…sak gepok duite lusuh2…jadi kangen sama simbah saya…btw sampeyan belom pesen kan Don?

  2. Termasuk tukang gali kubur di pemakaman umum, apa iya mesti berharap banyak orang yang mati…

  3. Bisnis kaya gitu saya kira ya hallal aja, orang matipun sebenernya juga punya hak terhadap orang masih idup, berhak untuk disucikan dan di mandikan dan dimakamkan secara laayak. cuman yang aneh kok pake AC sgala ya… kamarku aja yg masi hidup ga pake AC

  4. dalam adat tata laku yang dipegang oleh orang Jawa, perlengkapan kematian tersebut tidak boleh ditawar saat pembelian

    Wah..kalo ini saya baru tau. Tapi iya sih, ga etis juga bila terlalu kikir buat acara ‘terakhir’ sang mendiang🙂

  5. @ Joell, nek aku ndhisiki yo kowe sing mesenke, begitu juga sebaliknya.
    Persiapan soko saiki.

  6. tulisan yang menarik!!!
    hehehe…Bisnis dilematis, ak setuju dengan kalimat ini… Bisa jadi satu alternatif loh buat yang mau buka usaha..
    Walaupun gak bisa ditawar, pastinya yang buat usaha ini harus bersih hati dan jiwa jadi gak serakah, klo serakah bisa2 di kejer roh2 yang gak rela klo biayanya kemahalan😛
    Kan bisa berabe…:)

  7. mm bisnis kematian bs jd salah satu peluang usaha.. tp seingatku blm ada ya bs sukses brt ato jd tajir krn itu.. tp lumayan.. dr pd nganggur. bisnis ini perlu dedikasi tinggi lo, pernah aku butuh ubo rampen kematian malam-malam, orangnya tak bangunin jam 01, tp ya orangnya tetap ramah melayani n harga jg murah.. mereka mm layak msk surga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: