7 Komentar

Berani Bikin Presiden Sakit Hati ?

Politisi oposan selain dikit-dikit mengajukan interpelasi, ternyata juga suka mencari-cari aib Presiden.

Saya rasa, sampeyan sudah tahu tentang perseteruan antara SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan Zaenal Ma’arif. Pak Zaenal yang “memangku” dua istri itu melempar pernyataan ke media, dia berkeyakinan bahwa SBY sudah menikah sebelum masuk Akabri tahun 1970, dia juga mengaku memiliki bukti-bukti sahih untuk memperkuat statement-nya.

SBY yang merasa difitnah oleh Zaenal, akhirnya sudah sampai pada titik akhir kesabarannya. SBY sebagai warga negara biasa, melaporkan Zaenal ke Polda Metro atas dugaan pencemaran nama baik.

Disinilah menariknya, SBY sebagai Presiden sebenarnya bisa saja menggunakan perangkat negara seperti Jaksa Agung dan Kepala Polri. Tapi SBY merasa “diserang” dengan masalah pribadi, bukan penghinaan terhadap Presiden, jadi kapasitas dia melapor ke polisi adalah sebagai warga negara biasa, sama seperti anda dan saya (minus penjagaan ketat tentunya). SBY juga tidak merasa perlu untuk menggunakan pasal-pasal usang haatzai artikelen (penyebaran kebencian) yang merupakan tinggalan Belanda itu.

Bayangkan apabila Zaenal mengungkap tentang aib atau masalah pribadi Suharto di jaman Orde Baru, mungkin dia tak bisa lagi melihat matahari terbit esok pagi.

Presiden juga warga negara biasa, kalau dia merasa sakit hati dengan omongan dari salah satu rakyatnya atau warga negara lain, maka Presiden juga punya hak untuk mengadukannya ke polisi secara langsung atau diwakili pengacara. Sebuah langkah sederhana dan tidak perlu menggunakan pasal-pasal usang tadi.

Analogi gombalnya, kalau kita memaki tetangga sebelah, maka tetangga tadi sebagai termaki punya hak untuk menuntut kita secara hukum. Atau kalau tidak mau menggunakan jalan hukum, tetangga tadi malah bisa menyambit kita dengan batu, meski tindakan seperti itu berarti balas dendam.

PS: Pemilu kemarin saya memang nyoblos SBY, tapi saya usahakan posting kali ini tetap objektif, meskipun cuma objektivitas kelas kambing.

7 comments on “Berani Bikin Presiden Sakit Hati ?

  1. Pak SBY lagi banyak cobaan nih.. Apa sih motifnya si Zaenal menyebarkan berita itu ya ?

  2. Yoi Don, aku juga menyimak perseteruan RI-1 dengan Si ZM itu. Sangatlah patut dipertanyakan motif Pak ZM menyerang pribadi SBY(seperti mas Jie bilang). Apalagi serangan itu dilakukan setelah munculnya kepres soal penonaktifan ZM. Menurut analisa saya(yang lebih sering melenceng ini), semua itu Ujung2nya duit juga, maksud saya Pak ZM pasti kelabakan karena dinonaktifkan dari jabatan strategisnya sebagai wakil ketua DPR. Pasti pak ZM skrg lagi pusing tujuh keliling gimana harus beliin make up dua istrinya, belom lagi kalo dua2nya minta dibikinin rumah sendiri..ah bodo amat, salah sendiri punya istri dobel2..makanya bro, mending “mbeling”nya pas masih muda, besok kalo udah tua yang lurus2 aja…

  3. Ha….ha…. Ha… Lucu

    Yah itulah kalimat yang tepat untuk kasus SBY Vs Zaenal Maarif

    ya.. udah dech No comment!

  4. Maksudnya biar Pak SBY lengser kali dan dengan demikian ada lowongan untuk jadi presiden. Halah… ngapain juga sih ngurusin orang2 besar.

  5. ZM katanya sudah tahu masalah itu 6 bulan lalu. Kalau mempermasalahkan, kenapa baru sekarang setelah direcall dari DPR. Meskipun sebenarnya saya juga tidak setuju dengan persetujuan SBY terhadap recall ZM dengan alasan poligami. Bukankah itu sebenarnya urusan pribadi, kalau alasan perecallan ZM adalah poligami, sebenarnya yang paling berhak mengusulkan adalah istri tuanya atau anaknya.

  6. Bangga punya Persiden yang rendah hati seperti itu….

    Saya saja rakyat biasa gemes sama kelakuan ZM!!!

    Lagi pula ini Presiden loh…bukan hanya tetangga sebelah yang di gosipin…

    Please.. biarkan Bapak SBY kita bekerja tanpa masalah2 yang “gak penting” buatan ZM.

  7. @ Anonymous 2, “Meskipun sebenarnya saya juga tidak setuju dengan persetujuan SBY terhadap recall ZM dengan alasan poligami.”

    Mungkin alasannya bukan poligami, saya dulu pernah denger statement dari salah satu orang PBR, bahwa dia di-recall karena sering tidak menghadiri rapat2 penting dan tidak memperjuangkan aspirasi dari daerah tempat dia terpilih. Pendek kata, Pak Zaenal itu politisi gombal. Tapi yang santer terdengar di media memang soal isu poligami itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: