3 Komentar

Buku Lama Yang Terpinjam Dari Perpus

Saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri, seumpamanya saya tidak menyusun skripsi yang masih ada hubungannya dengan bahasa Jawa, mungkinkah saya meminjam buku ini?
Dari lembar peminjaman di belakangnya saya tahu buku ini baru terpinjam tiga kali. Yakni pada tahun ’92, ’94, dan ’99, kemudian baru dipinjam lagi pada tahun 2007 oleh saya, berarti buku ini selama 8 tahun tidak pernah terpinjam!

Buku yang disusun oleh Suparto Brata ini tidak jelas diterbitkan pada tahun berapa, saya kira-kira mungkin terbit pada awal tahun 80-an. Meski buku lama, namun bukan berarti buku ini sudah tidak relevan lagi dengan zaman sekarang. Sesuai dengan judulnya “Jatuh Bangun Bersama Sastra Jawa” buku ini memberikan gambaran tentang kejayaan sastra Jawa hingga prediksi kepunahannya.

Buku ini juga bercerita cukup banyak tentang majalah sastra Jawa yang terbit sejak tahun ’30-an, majalah itu bernama Penyebar Semangat. Majalah terbitan Surabaya ini masih tetap ada sampai sekarang.

Penulisnya menuturkan, pada tahun 1974 imbalan yang didapat dari menulis sastra Jawa jauh lebih kecil dibanding naskah berbahasa Indonesia. Cerita pendek berbahasa Indonesia dihargai 3500 rupiah, sedangkan untuk cerita pendek berbahasa Jawa hanya dihargai 1000 rupiah! Penulis itu juga mengatakan bahwa sastra Jawa bukanlah tambang emas tempat pengarang mencari rezeki. Apalagi mencari kekayaan! Sebuah bentuk pengabdian yang hebat untuk menjaga kelangsungan budaya Jawa.

Jika pada tahun 1974 saja, sastra Jawa sudah begitu memprihatinkan, lalu bagaimana nasibnya sekarang? Saya tak bisa bilang menjadi lebih baik, kenyataannya bahasa Jawa justru semakin kehilangan penuturnya, pun sastrawannya yang satu per satu mulai meninggalkan dunia, dan bisa dikatakan minim regenerasi. Syukurlah di beberapa Perguruan Tinggi masih ada Jurusan Sastra Jawa, meskipun kabarnya sepi peminat.

Sebagai tambahan saja, menurut pakar budaya dan bahasa Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Zainuddin Taha, pada abad ini, diperkirakan 50 persen dari 5.000 bahasa di dunia terancam punah, atau setiap dua pekan hilang satu bahasa. Kepunahan tidak hanya dialami bahasa-bahasa daerah yang jumlah penuturnya sudah sangat kurang (bahasa minor), tetapi juga pada bahasa yang jumlah penuturnya tergolong besar (bahasa mayor) seperti bahasa Jawa, Bali, Banjar dan Lampung.

JUDUL: Jatuh Bangun Bersama Sastra Jawa PENULIS: Suparto Brata PENERBIT: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan TEBAL: 115 halaman HARGA: Tidak untuk diperdagangkan

3 comments on “Buku Lama Yang Terpinjam Dari Perpus

  1. Waaaah saya pengin baca buku ini. Di mana ya belinya?

  2. Di sampulnya ada keterangan “tidak diperdagangkan”.
    Tapi mungkin di lapak2 buku bekas di Solo dan Jogja masih ada.
    Atau nyolong dari perpustakaan tempat saya pinjem?

  3. Buku antik seperti itu semestinya disimpan dengan baik. Untuk referensi generasi setelah kita…. Mungkin bagi kita tidak bermanfaat saat ini, tetapi sangat berarti setelah annti bahasa Jawa benar-benar punah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: