Tinggalkan komentar

Lagu Anak-Anak, Nasibmu Sekarang

Kalo sampeyan punya adek, keponakan, anaknya teman, atau anaknya tetangga yang masih berusia 5 tahun atau baru menginjak TK, coba tanyakan kepadanya siapa lagu atau penyanyi favoritnya. Kalo lagu kesukaannya adalah Aku Anak Gembala, Ambilkan Bulan Bu, Paman Datang, maka itu adalah sesuatu yang wajar, anak-anak butuh lagu berirama riang dan mendidik. Tapi kalo jawabannya adalah Buaya Darat, Jujur dari Radja, Jadikan Aku Yang Kedua dari Astrid, maka itu adalah hal yang menurut saya ekstraordinari dan bisa menjadi bahan tulisan untuk ngeblog.

Seingat saya Joshua, Sherina, Tasya, dan penyanyi lain seangkatannya adalah generasi penyanyi anak terakhir, tanpa ada regenerasi apalagi serah-terima tongkat estafet. Kalo anda merasa prihatin dengan kekosongan (vacuum) dunia lagu anak, maka keprihatinan yang sama juga dirasakan oleh Alya Rohali. “Prihatin banget, saat ini kita sedang krisis penyanyi anak. Semenjak pasca Sherina usai sebagai penyanyi anak-anak, memang masih ada Tasya dan anak-anak AFI Junior, selain itu hampir tidak ada yang lain”, ungkap Alya Rohali di salah satu situs internet. Karena alasan itulah Alya Rohali cukup antusias untuk menjadi produser lagu anak, yakni dengan mengorbitkan penyanyi anak Alika, sembari berharap agar bisa mengurangi minat anak-anak menyanyikan lagu dengan lirik dewasa yang tidak pantas untuk anak-anak usia dini.

Sewaktu saya SMP, sepulang sekolah saya terkadang nonton Tralala-Trilili, mungkin saya masih mbocahi😉 Tapi tingkah polah anak-anak memang bisa menjadi hiburan alternatif bagi orang yang lebih tua. Kakek nenek pun terhibur oleh kelucuan cucunya tho?

Bandingkan dengan anak-anak jaman sekarang yang begitu pulang sekolah langsung ketemu dengan penyanyi idolanya via MTv, padahal nggak ada tuh yang namanya MTv Kids. Sekali lagi saya harus menyalahkan tivi sebagai salah satu media yang easy acces, khususnya bagi anak-anak, saat ini tidak ada satupun tayangan musik bagi anak. Memang ada tayangan edukatif bagi anak seperti Si Bolang, Surat Sahabat, atau Dai Cilik, tapi tak ada satupun acara musik bagi anak-anak.

Trus kalo sudah begitu, anak-anak jaman sekarang dengerin apa coba? Ya, anak-anak yang masih imut itu lebih hafal dan fasih menyanyikan lagu-lagu orang dewasa berbau cinta, nafsu, dan selingkuh. Anak-anak sudah mulai menyanyikan lirik lagu yang keluar dari bibir vokalis ben-ben tenar seperti Giring Samsons, Dony Nidji, Pasha Ada Band, Bams Dewa, dan Once Radja *. Anak-anak itu dituntut untuk dewasa terlalu dini, istilah “dewasa karbitan” bisa juga dipakai. Mereka tumbuh gedhe di bawah panji-panji, permasalahan, dan pandangan hidup orang dewasa.

Orangtua yang tau anaknya bisa nyanyi lagu orang dewasa banyak yang mengira anaknya pinter dan lucu, padahal itu parah! Apalagi kalo yang dinyanyikan adalah Cucak Rowo atau Tragedi Tali Kutang, generasi seperti apa yang akan terlahir dari lagu-lagu semacam itu?

Padahal kalau mau jujur, banyak lagu anak yang justru bisa menjadi bahan pembelajaran bagi orang dewasa. Bahkan lirik lagu dari Radja pun akan terdengar sangat cheesy bila dibanding dengan lagu anak yang sarat pesan-pesan moral. Contohnya seperti lagu lagu Ambilkan Bulan Bu karya A.T. Mahmud:

Ambilkan bulan Bu 2x

Yang slalu bersinar di langit

Di langit bulan benderang

Cahyanya sampai ke bintang

Ambilkan bulan Bu

Untuk menerangi tidurku yang lelap di malam gelap

* : Emang sengaja ditulis ngawur, biar agak gokil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: