Arsip

Archive for the ‘Quotation’ Category

Jangan Terlalu Lama Jadi Presiden

1 Februari 2008 9 komentar


“Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely. Great men are almost always bad men.”

Lord Acton

Rupanya nasihat dari Lord Acton tersebut tidak dihiraukan oleh dua orang yang pernah memimpin Indonesia, Sukarno dan Suharto. Kesalahan paling kasat mata antara keduanya adalah terlalu lama berkuasa dan otoriter. Dalam politik, kekuasaan adalah objek sentral, dan kekuasaan bisa menjadi sesuatu yang menggoda sekaligus mengiurkan. Tahun 1963 Sukarno diangkat sebagai presiden seumur hidup, dan dia tidak menolak. Sekitar 20 tahun Sukarno berkuasa, tapi ternyata kesalahan yang sama justru diulang kembali oleh Suharto, 30 tahun Suharto berkuasa, lebih parah ketimbang mantan atasannya.

Pada saat itu memang belum ada peraturan yang membatasi berapa kali presiden boleh menjabat, sehingga tidak dianggap menyalahi konstitusi. Tapi, manusia yang menjadi pemimpin dan berkuasa begitu lama tanpa membuat noda, dosa, dan cela tampaknya tidak ada, kecuali dia sejajar dengan malaikat yang notabene tidak memiliki hasrat maupun nafsu. Syukurlah, masa jabatan presiden sudah dibatasi cuma dua periode.

Sukarno terjebak dalam penyatuan ideologi yang sama sekali bertentangan melalui Nasakom (Nasionalis-Agama-Komunis). Sampai akhir jabatannya, Sukarno tidak mau membubarkan PKI karena dia konsisten dengan pendiriannya sejak tahun 1925 tentang Nasakom. Komunisme justru menjadi batu pijakan licin bagi Sukarno, dan menjadi alasan bagi “pihak lain” untuk “memenjarakannya” di Wisma Yaso.

Sedangkan Suharto senang bermain-main dengan kekuasaan. Menurut Machiavelli, ”…it would be best to be both loved and feared. But since the two rarely come together, anyone compelled to choose will find greater security in being feared than in being loved”. Berdasar ajaran Machiavelli tersebut, Suharto bisa memainkan perannya dengan cantik, ditakuti sekaligus dicintai. Ditakuti oleh mereka yang mencoba menentang, dan dicintai oleh rakyatnya yang berpikiran simple (baca: gampang cari makan). Sayangnya, Suharto juga sibuk “menyuapi” orang-orang disekitarnya dan juga anak-anaknya, sampai akhirnya dia lupa bahwa sudah saatnya untuk pensiun.

Seandainya saja, Sukarno dan Suharto mau melepas jabatan presidennya lebih awal, pasti akan terasa elegan. Tidak perlu ada konspirasi, intrik politik, dan anarkisme massa dalam rangka penggulingan kekuasaan otoriter. Sehingga, nama besar mereka akan dikenang dengan lebih anggun.

Sukarno sang Founding Father dan Suharto sang Bapak Pembangunan, keduanya memimpin Indonesia pada masa yang berbeda, dengan jasanya masing-masing, tentu tak lepas dari kekurangan dan kesalahannya.

Kita bisa belajar dari kesalahan masa lalu, dan menjadikannya sebagai sarana belajar bagi masa depan yang lebih baik. Jangan anggap ini sebagai petuah lama yang mulai membosankan. Ayo dong, sudah saatnya kita bangkit dan optimis. Kita dilahirkan sebagai putra bangsa! Bukan sebagai Sisyphus yang selalu gagal – dikutuk untuk mendorong batu besar ke atas gunung, namun ketika sampai di puncaknya, batu itu kembali menggelinding ke bawah.

Merdeka!!!

Ilustrasi: Britannica.com

Categories: Indonesia-ku, Quotation

Kafein dan Kokain

7 November 2007 27 komentar

“Kafein itu seperti cewek cantik yang bodoh. Dia membuat kita semangat, tapi kemudian kita merasa dangkal dan kosong. Daripada minum delapan gelas Starbucks, sekalian saja mengisap kokain”. Adam Levine – vokalis Maroon 5 –, Rolling Stone Indonesia Oktober 2007

Saking dahsyatnya efek kafein dalam kopi, maka Adam Levine sampai mensejajarkan delapan gelas kopi dengan kokain! Seringkali kita menyeruput kopi dengan sedikit rasa bersalah, kopi dianggap sebagai minuman yang tidak sehat. Benarkah kopi berakibat buruk bagi kesehatan? Dari literatur yang pernah saya baca, kopi masih berefek positif asalkan kita mengkonsumsinya dengan takaran wajar dan tidak berlebihan. Satu cangkir kopi rata-rata mengandung 100 mg kafein, dosis kafein sebanyak 300 mg dalam sehari belum berefek negatif, itu artinya 3 cangkir kopi dalam sehari masih dalam taraf aman.

Dosis kopi yang sangat besar, yakni setara dengan sepuluh cangkir kopi kental yang diminum berturut-turut akan menghasilkan efek beracun, seperti muntah, demam, kedinginan, dan kebingungan mental! Dan dosis kafein yang mematikan adalah seratus cangkir kopi atau 10 gram kafein. Masuk akal juga jika Adam Levine menganggap delapan gelas Starbucks setara dengan kokain.

Meski begitu, efek positifnya juga ada. Pada awal sejarahnya kopi digunakan cendikiawan Muslim sebagai obat. Meminum kopi menjadikan aliran pikiran berjalan lebih cepat dan jernih, serta tentu saja mengusir rasa lelah dan kantuk. Dengan kopi seseorang bisa meraih pencapaian intelektual yang lebih tinggi.

Mari kita minum kopi! Dalam dosis yang wajar tentunya.

PS: Saya mengetik posting ini sembari ditemani secangkir kopi Toraja bikinan Aroma Koffie Fabriek Bandung, oleh-oleh dari si alumnus ITB.

Ilustrasi: boston.com

Categories: Quotation, Umum

Quotation From "Thank You For Smoking"

9 April 2007 1 comment

Michael Jordan plays ball. Charles Manson kills people. I talk. Everyone has a talent.”

Quotation dari film Thank You For Smoking

Categories: Quotation