Beranda > Books > Surat Menyurat Dalam Urusan Cinta

Surat Menyurat Dalam Urusan Cinta

Menyurati kekasih, enaknya gimana? :oops:

Ayo, kirimlah surat cinta :)

Ada sebuah cerita, seorang pemuda bernama Erik ingin berkenalan dengan seorang pemudi bernama Indah Ayu. Keduanya tinggal tak begitu berjauhan, tapi belum saling mengenal. Erik merasa canggung untuk berkenalan dengan Indah secara langsung, mungkin dia tipe pemuda yang kamisolsolen saat berhadapan dengan wanita, ribet mengatur kata-kata yang keluar dari mulutnya. Akhirnya, dengan berbekal alamat rumah si Indah, si Erik pun memberanikan diri menulis surat kepada Indah untuk berkenalan.

“Sesungguhnya suratku ini tiada lain dan tiada bukan semata-mata karena dorongan maksud serta tujuan yang baik dan ikhlas, yang tergugah oleh gairah dan hasrat ingin berkenalan. Justru karena tiada jalan yang biasa kulakukan untuk mengawali perkenalanku ini, maka izinkanlah saya melayangkan surat perkenalan ini  kepadamu.”

Itu kutipan yang saya ambil dari buku Surat Cinta Untuk Kekasih. Mari kita berandai-andai bahwa kisah ini terjadi pada tahun ‘80an, jadi Erik maupun Indah tak memiliki handphone untuk saling ber-SMS, tak mengenal email, maupun internet messenger. Bercakap melalui telepon rumah? Sepertinya Erik belum cukup percaya diri untuk melakukannya, apalagi mengajak untuk bertemu. Maka solusi terbaik bagi Erik hanya satu: mengirim surat!

Ada bermacam contoh surat cinta dalam buku ini, mulai dari tahap perkenalan seperti surat si Erik, surat pemuda pemudi yang dimabuk cinta, pasangan yang saling terpisah jarak, bahkan ada contoh surat ajakan untuk membina rumah tangga, wah! Seperti surat cinta dari Prasetya Rekasiwi kepada Puspa Dewi:

“Setelah kanda pikirkan dan pertimbangkan masak-masak kemudian kanda putuskan untuk melamar dinda. Keputusan yang kanda ambil inipun telah disetujui oleh kedua orang tua kanda. Bahkan sebelumnya mereka telah mempunyai prakarsa seperti yang kanda uraikan di atas. Kata mereka memang mereka sebenarnya sudah sejak lama menginginkan seorang cucu yang akan mereka timang-timang. Bukankah berita ini sangat menggembirakan hati kita adinda?”

Puspa Dewi pun membalas surat itu, dia setuju dengan ajakan Prasetya untuk menikah. Si Puspa Dewi sebenarnya sudah lama memendam rasa untuk membicarakan soal pernikahan mereka, “Tetapi demi nama baik dan martabat wanita, keinginan itu dapat dinda tahan,” balasnya.

Contoh-contoh surat dalam buku ini tak hanya datang dari inisiatif si pria saja, ada juga surat yang justru dimulai oleh si wanita. Mila, penulis buku ini, lebih mengerti perasaan kaum hawa. Dilihat dari namanya, saya berasumsi bahwa penulis buku ini adalah seorang wanita. Kalau ternyata Mila itu adalah seorang pria, berarti saya keliru, saya minta maaf. Maklum, dalam buku ini tak ada informasi apapun tentang si Mila. Nama yang tertulis pun hanya Mila saja, tak ada nama panjang. Gambar wajah di sampul itu, mungkin saja wajah Mila, cantik ya? :D

Saya mendapatkan buku unik ini di Pasar Gawok, salah satu pasar tradisional di daerah Sukoharjo, hanya buka pada hari pasaran Pon saja. Di antara jajaran buku-buku primbon dan cara berpidato yang banyak tergelar di lapak, saya langsung tertarik pada buku bersampul biru ini. Awalnya, saya kira ini buku cerpen. Begitu dibuka, ternyata isinya contoh-contoh surat cinta, lengkap dengan surat balasannya, haha! Tentu surat-surat cinta itu rekaan belaka, si penulis tak menyebutnya sebagai memoar. Semua surat cinta di dalamnya mendayu dan malu-malu, mungkin ada juga yang menyebutnya gombal, itu tergantung persepsi masing-masing pembaca atau penerima surat.

Meski buku ini terkesan jadul, tapi masih bisa digunakan untuk jaman sekarang, kita tinggal mengubah bentuk dan cara penyampaiannya saja. Tak melulu dalam bentuk surat berkertas wangi, bisa juga dalam bentuk email berlampiran gambar hati. Juga sah-sah saja kalau Anda ingin mengucapkannya secara langsung kepada sang kekasih – semoga Anda tak dicap tukang nggombal. Yang jelas, di bagian kata pengantar, si penulis sudah memberikan semacam disclaimer, “…dengan catatan agar buku ini tidak hanya berfungsi sebagai textbook yang statis saja, yang harus persis aksara-aksaranya, tetapi hendaklah dikembangkan dengan cipta dan kreativitas yang hidup.”

Kalau mau, sebenarnya buku ini bisa dikembangkan lagi, menjadi semacam buku tutorial: Langkah Mudah Menulis Surat Cinta Untuk Pemula. Toh, buku-buku tuntunan shalat, penggunaan software, trik blogging, dan budidaya lele masih banyak dicari orang. Tinggal bikin packaging yang menarik, mungkin nanti toko buku besar seperti Gramedia juga tertarik untuk menjualnya, tak hanya lapak kaki lima.

JUDUL: Surat Cinta Untuk Kekasih | PENGARANG: Mila | PENERBIT: Mekar, Surabaya | TEBAL: 70 halaman | HARGA: Rp. 5.500 (bisa ditawar)

Categories: Books
  1. 16 Mei 2009 pukul 5:55 PM | #1

    Pertamax sik…
    wah aku kemaren juga pas dari pasar gawok diajak babe cari Pacul..
    hahaha…
    lh mau kerja bakti koq gak punya alat..

    btw itu buku yang ada di lapak2 bekas itu ya? wah regane bener2 bisa bersaing dengan Gramed..hahaha

    *****
    Kok iso pertamax, opo maculmu wis rampungan? ~Dony

  2. 16 Mei 2009 pukul 6:02 PM | #2

    Byuh sajake apik iki critone, btw, emang Mila cewek? Itulah keistimewaan dari cerita buku itu, pembaca dianjurkan untuk pandai mengira-ngira atau berimajinasi

    *****
    Berimajinasi berjamaah yuk, Jah ~Dony

  3. 16 Mei 2009 pukul 6:04 PM | #3

    iki mesti njupuk seko nopel stensilan yo
    huahaha (lmao)

    *****
    Stensilan kuwi kan jaman nom-noman mu :P ~Dony

  4. 16 Mei 2009 pukul 7:03 PM | #4

    top, ternyata masih ada juga yang peduli dengan karya sastra macam begini, lah mas Dony aja yang edit lagi dan memolesnya agar menjadi buku baru yang kelihatan metropolis…

    *****
    Matur suwun, mas. Tapi saya kurang jago ngegombal je :D ~Dony

  5. 16 Mei 2009 pukul 7:26 PM | #5

    jadi ingat lagu Vina Panduwinata… (lmao)

    *****
    Saya ingat Yuni Shara dan Raffi Ahmad :lol: ~Dony

  6. 16 Mei 2009 pukul 7:28 PM | #6

    Surat cintaku yang pertama…… (music)

  7. 16 Mei 2009 pukul 7:36 PM | #7

    Wah nice . . Jadi pengen dapet surat cinta . . Ah mimpi

    *****
    Ya nulis sendiri, trus ditujukan ke alamat sendiri :D ~Dony

  8. 16 Mei 2009 pukul 7:41 PM | #8

    ketinggalan jaman mas! sekarang cukup sms, hehehe

    *****
    Caranya terserah juragan :P ~Dony

  9. 16 Mei 2009 pukul 7:53 PM | #9

    bukan jadul.., tapi klasik…

    *****
    Bukan klasik, tapi vintage ~Dony

  10. 16 Mei 2009 pukul 7:56 PM | #10

    Wah, kabeh keno syndrom cinta-cintaan ki…

    *****
    Hampa tanpa cinta, Hen! ~Dony

  11. 16 Mei 2009 pukul 9:16 PM | #11

    wah mas donny , dari sampulnya mengingatkan novel2 jadul karangan mira, mirza,.. Saat itu saya srg mengoleksinya. Hbs romantis, plus ada vulgar2nya gitu. Walaupun kisahnya sie itu2 aja :P

    *****
    Pasti bacanya sambil deg-degan, hehe ~Dony

  12. 16 Mei 2009 pukul 9:44 PM | #12

    Bener, isinya pasti gombal … tapi sensasinya itu lho Mas :D

    *****
    Emang sensasinya gimana, geli-geli ya? Hehe ~Dony

  13. 16 Mei 2009 pukul 10:25 PM | #13

    Biasanya kalo dulu ditulis diselembar atu dua lembar kertas dengan warna yang khas dan bau yang harum pula… hmmm… cinta jadi semakin mempesona… andaikan cinta itu bisa tertulisakan dan dilayangkan hmmm pastilah indah adanya… (ngecretdotcom)

    *****
    Gimana dengan pesona juragan klasa? Oh, andaikan dia tahu, haha :oops: ~Dony

  14. 17 Mei 2009 pukul 12:02 AM | #14

    Menurutku surat tuh cara yang romantis untuk mengungkap kata. Apalagi bisa disimpen sampe kertasnya jadi bulukan. Kan hebat tuh. Apalagi kalo yang ditulis kata2 cinta. Marai klepek2. Hahahahaa :D

    *****
    Nah, kalo temenmu itu doyan dikirimin surat nggak? :) ~Dony

    • 19 Mei 2009 pukul 1:17 AM | #15

      Alhamdulillah seneng kang… Jadi klop. Hehe. Kapan2 pinjem bukunya donk. . . :D

      • 19 Mei 2009 pukul 2:32 AM | #16

        Wah, kalo begitu aku segera cari kertas wangi, dan bikin draft suratnya dulu, haha! Ngapain pinjem, mau bikin surat cinta buat si tai lalat hidung ya? :lol:

  15. 17 Mei 2009 pukul 2:33 AM | #17

    saya pernah punya pengalaman yang indah dengan surat cinta, tapi kapan”lah saya tulis diblog saya sendiri, hehehe…

    btw ke gawok kok gag ajak” saya, kan deket tuh ma rumah saya =)…

    kapan” pinjem bukunya ya kang…

    *****
    Ayo, cepet ditulis di blog, saya tunggu ~Dony

  16. 17 Mei 2009 pukul 11:30 AM | #18

    bisa dipake dalam email-emailan dalam urusan cinta gak?

    *****
    email kan juga surat :P ~Dony

  17. 17 Mei 2009 pukul 1:57 PM | #19

    hmm, boleh juga caranya ya. weh, kalo gitu saya jadi terinspirasi menerbitkan diary saya ..hwkwhkwhwkhwkw [ih, kepedean ih]

    *****
    Ayo terbitkan saja! Asal diriku dikasih yang gratisan :P ~Dony

  18. 17 Mei 2009 pukul 3:10 PM | #20

    Boleh juga tuuh digunakan untuk memikat hati kaum hawa…

    Mau jaman secanggih apapun, ungkapan kata yang dipenuhi kiasan indah tetap saja akan mengusik hati si kaum hawa. Selamat mencobanya ya….
    Semoga berhasil… :D *ga nyambung mood:on*

    *****
    Apakah bibi dulu juga dipikat dengan cara seperti itu? Hehe ~Dony

  19. 17 Mei 2009 pukul 3:20 PM | #21

    omong wae kowe mung golek bahan meh nggo nggombali juragan kloso kae to…

    *****
    Hussss, meneng ya le! ~Dony

    • 24 Mei 2009 pukul 12:00 AM | #22

      huakakakkakak… ternyata seng golek bahan niat tenan…..

      • 3 Juli 2009 pukul 3:06 PM | #23

        ya!!!!!q niat knapa g bleh to!!!!!eh… badewe yang kemarin q tanyakan blum kmu blz.blz ya?????q tngu.awazzzzzzzzzz aja klo lpa.

  20. 17 Mei 2009 pukul 3:58 PM | #24

    (lmao)
    maksud hati golek nopel stensilan, apa daya nemu kumpulan surat tjinta. ya to? :mrgreen:

    *****
    Iyo, kapusan :P ~Dony

  21. 17 Mei 2009 pukul 6:16 PM | #25

    Promosi nih? :-) bercanda…

    pakai Kop surat ndak ya? kalau nulis”surat dalam hal cinta” ?

    *ditendang*

    *****
    Boleh aja, apalagi kalau pake kopnya ‘plat merah’ :D ~Dony

  22. 17 Mei 2009 pukul 7:57 PM | #26

    Arti sebuah cinta..

    *****
    Sampeyan promosi blog tok tho? Wah wah ~Dony

  23. 17 Mei 2009 pukul 10:02 PM | #27

    trnyata kw ki dolane neng pasar gawok ya don? he2. cucok bgt!

    *****
    Aku pancen cocoke dolan ning pasar tradisional, ora patut nge-mall :mrgreen: ~Dony

  24. 17 Mei 2009 pukul 11:03 PM | #28

    seumur2 aku rung tau ngirim surcin, tapi trimo surcin lumayang sering hahahaha

    *****
    Situ oke? Bwahahaha ~Dony

  25. 18 Mei 2009 pukul 1:55 AM | #29

    Bagaimana kalau kita bikin blog khusus barang2 cetakan ndesit tapi merakyat begini?
    Mari!

    *****
    Menarik sekali ide dari Paman. Doakan saya :D ~Dony

  26. 18 Mei 2009 pukul 5:21 AM | #30

    Waaahh lagi musim cinta koyone kiy :mrgreen:

    Tujuh tahun yang lalu pas aku masih pacaran karo bojoku iki, selama 2 tahunan surcin e lewat fax dan email :) berhubung aku iseh neng Indo, dia di swiss. Nah sampe sekarang ribut pun lewat email2an, padahal dah 7 tahun menikah dan tinggal bersama satu atap. Begitulah tipe orang eropa, koyone sok romantis dan kekanak2n :mrgreen:

    Cinta itu alami Don, nggak ada enyek2an dan saling merendahkan. Jadi wanita pun punya hak untuk memulai, hal itu bukan hal lucu dan bukan berarti nggak elok. Have a nice day Dony :)

  27. 18 Mei 2009 pukul 6:20 AM | #31

    hehehe,, lucu banget yaa kalo denger surat2 cinta kek gituu…
    kalo diriku sii lebih ampuh di kasii kebon jeruk 2 hektar daripada di kasih surat, tapi tak apa.. jadinya pengen nyanyii..

    *Surat cintaku yang pertama… membuat hatikuu berlombaa…

  28. 18 Mei 2009 pukul 8:10 AM | #32

    surat?
    low jaman sekarang surat2tan apa ga katro tuh mas?

  29. 18 Mei 2009 pukul 8:19 AM | #33

    kaborrr takut di sms cinta ama yang punya blog

  30. 18 Mei 2009 pukul 3:11 PM | #34

    lihat foto novel surat cinta untuk kekasih itu saja bikin aku ngguyu!!!

    jaman kapan tuh??

  31. 18 Mei 2009 pukul 3:12 PM | #35

    ahahahaha… iya, jaman kapan tuh?
    waktu kuliah dulu, novel macam gini juga aku pelajari lho. jadi salah satu materi.

  32. 18 Mei 2009 pukul 3:51 PM | #36

    ketahuan dulu pacaranya njiplak buku ya?

  33. 18 Mei 2009 pukul 3:53 PM | #37

    itu tahun berapa pak?

    • 18 Mei 2009 pukul 6:16 PM | #38

      Mana kutahu? Sama sekali tak ada keterangan tahun di bukunya

  34. 18 Mei 2009 pukul 8:37 PM | #39

    Wah, kekasihnya tempatnya jauh di pelosok ya mas. Kok jaman begini masih pake surat2an segala. Sebenarnya saya sering tertawa sendiri jika ingat waktu dulu masih pake surat2an yang banyak bumbunya daripada isi yang sebenarnya. Surat cinta banyak gombalnya padahal isinya cuma tiga kalimat he… he…

  35. 18 Mei 2009 pukul 8:44 PM | #40

    wis nulis surat nggo juragan tiker ( kloso ) rung mas

  36. 19 Mei 2009 pukul 6:42 AM | #41

    Andai saya kembali ke tahun 80an mungkin saya belum bisa menulis..hihhhhixxx..

    Karya tempoe doeloe ntu lebih mudah di pahami tapi kalau yang doeloe sekali ane ndak ngerti..

    Coba di kembangkan dengan kreativitas dan gaya bahasa mas dony ndiri mas..
    Pasti bakalan hot ntu kayane..

  37. 19 Mei 2009 pukul 10:47 AM | #42

    buku yang mencerminkan jaman…

    kemaren dia tercecer begitu saja di nggawok, sekarang jadi bahan omongan banyak orang di sini, weh…

  38. 19 Mei 2009 pukul 7:24 PM | #43

    Hehehe.. jadi kelingan jaman SMP ..durung ono HaPe… Entuk surat suenenge puoll..
    Kayak lagune Vina Pandu Winata …

    Met Kenal mas…..

  39. 20 Mei 2009 pukul 8:34 AM | #44

    Sekarangpun boleh kok mengirim surat cinta…tapi pake email..
    Juga surat dari suami kepada isteri atau sebaliknya, tetap perlu, betapapun usia pernikahan telah berjalan lama

  40. Fiz
    20 Mei 2009 pukul 12:37 PM | #45

    Nunggu yang versi bundle PDF. Kira2 ada gak ya… :D

  41. 20 Mei 2009 pukul 3:02 PM | #46

    beh… selera bacaanmu jan apik tenan lho don. aseli !!!! jiakakak

  42. 20 Mei 2009 pukul 7:47 PM | #47

    wah..itu buku jaman kapan ya??? casual cutie baru pertama kali liat. sepertinya bagus…ga sayang dijual mas??

  43. 21 Mei 2009 pukul 9:24 AM | #48

    ahaha, surat cinta gaya klasik.. manisnya..

    gara-gara jaman elektronik (sms, email, ym, bahkan tugas pun rata2 dikumpul dalam bentuk print2an), saya sempet kaget2 pas dapet tulisan tangan dari orang yang disuka.. hehe, koleksi yang tetap saya simpan sampai skrg.
    ternyata.. tetep beda ya sensasinya.. ^_^

  44. 22 Mei 2009 pukul 1:09 AM | #49

    limangewu limangatus iku rak rego bandrol-e, dan kamu berdalih dengan berbagai cara shg akhirnya ada yang mbayari kan, gratisan maneh… dazar..

  45. 22 Mei 2009 pukul 7:38 PM | #50

    Halah ndadak surat2an barang. Penake yo ketemuan langsung wae mas. Kan luwih afdol…hehehe… :D

  46. 24 Mei 2009 pukul 12:02 AM | #51

    wes… gek ndang ditulis surate… selak kedhisikan wong liyo. gek ndang kabul dongane.he…he…he…

    • 1 Juli 2009 pukul 7:44 PM | #52

      hai……hasan!!!!!!!zLam Knal ya??????nmaQ TIKA.Kmu Zkul nDx mna.rmah kmu M na/alamat rmah.bleh g q mntak no tlvon kmu.blz ya????????

  47. 24 Mei 2009 pukul 1:29 AM | #53

    its so romantic!…andaikan……. *lanjutkan sendiri lol

  48. Duwek
    27 Mei 2009 pukul 3:12 PM | #54

    Memang wis ra jamane surat-2an, ning nek nompo surcin marahi berkembang-kembang e…

  49. 27 Mei 2009 pukul 10:55 PM | #55

    wah murah tenan
    mung lima rebu
    tapi isinya menarik

  50. 29 Mei 2009 pukul 5:59 AM | #56

    sepintas mirip buku buku Enny Arrow atau Valentino ya…

  51. 30 Mei 2009 pukul 1:10 PM | #57

    edann…5500..masih di tawar.>????
    kejam sekali….

  52. 1 Juni 2009 pukul 12:00 PM | #58

    salam kenal aja dari blogger baru neh…….jangan lupa kunjungannya di tunggu
    wah apik tenan iki blogghe.
    kepie cara nggawene iki

  53. 5 Juni 2009 pukul 2:07 PM | #59

    dulu waktu aku ngungkapin perasaan ku juga pake surat….hehehehehe
    thank ya infonya

  54. 7 Juni 2009 pukul 12:19 AM | #60

    itu foto jadul banget :D

  55. 8 Juni 2009 pukul 10:48 AM | #61

    hey..hey..hey… selamat yach… kamu mendapat Award dari-ku. Silahkan kunjungi blog saya di http://masiqbal.net/bertuah-award-2009.php untuk lebih jelasnya. Semoga dengan adanya award ini bisa mempererat tali silaturahmi kita. Salam Blogger!

  56. 14 Juni 2009 pukul 7:06 AM | #62

    wah, koyone bengawan bakal ndwuwe tambahan blogger
    sek nulis buku. lek ndang mas digarap. ben nyusul mas haris
    dengan buku misterinya kemaren yang laku keras.
    nek sido kok dadikno buku, aku pesen siji ya (lmao)

  57. 18 Juni 2009 pukul 1:27 AM | #63

    5500 dan masih bisa ditawar?
    wew, mahalan ongkirnya donk yak :D

  58. 19 Juni 2009 pukul 2:54 PM | #64

    dadi kelingan jaman belum ada HP, semua sibuk surat2an..trus nunggunya balesan berminggu-minggu..dek..dek..plas…

  59. 4 Juli 2009 pukul 5:07 AM | #65

    wew,,,,,,,,, buku bagus nich ;)

  60. 5 Juli 2009 pukul 4:17 AM | #66

    nyari di bookfair ada nggak yah…

    Salam kenal mas….:D
    aku juga mantan warga solo..

  61. 12 Juli 2009 pukul 10:44 AM | #67

    kalo dilihat dari gambarnya, kelihatan kl terbitan jaman baheula.
    kl sekarang gambar2 spt itu dipake pada badan truk bagian belakang, beserta tulisan ‘untuk kekasih’ :)

  62. 12 Oktober 2009 pukul 4:01 AM | #68

    wah…buku lawas kuwi yoooo

    siippp rekk

  1. Belum ada trackback.