Beranda > Umum > Kampung Batik Laweyan Solo

Kampung Batik Laweyan Solo

Batik, aroma malam, dan perjalanan menuju masa lalu

Batik tulis dan cap, Laweyan Solo

“Ini warnanya cuma coklat aja ya?” tanya seorang pemuda sembari menunjuk tumpukan kain putih yang lapisan atasnya baru tertutupi lilin. Pemuda tadi menganggap bahwa proses pembuatan batik cap dan tulis itu sama dengan teknik sablon, padahal sama sekali berbeda. Ternyata banyak anak muda jaman sekarang yang belum paham bagaimana proses pembuatan batik.

Mengenalkan proses pembuatan batik adalah satu alasan kenapa kawan-kawan Bengawan mengadakan kunjungan ke kampung batik Laweyan. Pak Gunawan, pemilik usaha batik Putra Laweyan menyambut blogger-blogger Solo ini dengan hangat. Dan mengajak kami blusukan ke tempat produksi batik miliknya.

Aroma malam (lilin) yang meleleh begitu eksotik tercium hidung. Di tempat produksi yang sederhana dan masih tradisional ini batik-batik berharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah dibuat. Para pembatik wanita terlihat lihai menggoreskan canting di atas kain, beberapa gadis muda juga terlihat tengah membatik dengan tekun, mereka adalah siswi dari sebuah SMK yang sedang PKL di tempat ini. Semoga saja gadis-gadis muda itu bisa dan mau menjadi generasi penerus dari pembatik wanita yang sudah mulai uzur. Sedangkan pekerja pria ada yang bertugas membuat pola di atas kain polos, membuat batik cap, mewarnai batik, dan nglorot – melepas lapisan lilin dari kain. Sekilas, pembuatan batik cap itu terlihat mudah, padahal sebenarnya susah. Cap berbahan tembaga itu lumayan berat terangkat, dan musti dicapkan di atas kain dengan presisi, tidak boleh melenceng sedikit pun.

Pak Widhiarso, pengurus harian Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan, juga menceritakan sejarah kampung Laweyan. Sejarah Laweyan ternyata lebih panjang ketimbang sejarah Keraton Kasunanan, karena Laweyan sudah ada sejak jaman Kerajaan Pajang, sebelum akhirnya terpecah-pecah. Panjangnya sejarah Laweyan ini kalau diceritakan semuanya bisa lebih panjang dari tesis dan disertasi :D . Apa yang diceritakan oleh Pak Widhiarso mungkin belum bisa menggenapi seperempat ‘halaman pendahulan’. Dari cerita Pak Widhiarso itu, banyak sekali sejarah Laweyan maupun sejarah kota Solo pada umumnya yang baru saya ketahui. “Itu karena kalian jarang baca saja. Coba kalau kamu sudah baca novel Canting dari Arswendo Atmowiloto, sejarah Laweyan juga dibahas di dalamnya,” ujar pak tua yang saat itu berdiri di sebelah saya.

Di Laweyan juga terdapat tempat wisata religi, yaitu masjid Laweyan yang merupakan masjid tertua di kota Solo. Persis di sebelah barat masjid ini terdapat komplek pemakaman. Di situ terdapat makam Ki Ageng Henis, dialah orang pertama yang memperkenalkan teknik pembuatan batik di Laweyan. Ki Ageng Henis juga dianggap sebagai moyang raja-raja Mataram Islam.

Kalau Anda berkunjung ke Laweyan, coba berjalan kaki menyusuri gang-gang sempit di kampung batik ini. Tembok-tembok tinggi, tua, dan kokoh seolah bercerita tentang kajayaan pengusaha batik Laweyan masa lalu. Bayangkan saja, rumah para saudagar batik jaman dulu bisa sampai seluas 10.000 m²! Perjalanan menyusuri gang-gang sempit yang diapit tembok-tembok tinggi di kampung Laweyan bagaikan sebuah perjalanan menuju masa lalu. Masa lalu, di mana Mas Nganten (suami) masih sibuk nyeteti manuk (main burung), dan Mbok Mase (istri) sibuk mengurusi usaha batik.Menyusuri gang sempit Laweyan

Posting terkait:

Kunjungan Bengawan di Laweyan
Batik Solo
Menziarahi Laweyan, Menggenapi “Ke-Solo-an”
Batik Itu, Ya Laweyan
Jelajah Kampoeng Laweyan!

© Foto oleh Dony Alfan S

Categories: Umum
  1. 22 Januari 2009 pukul 5:33 AM | #1

    pic laennya dunk!

    .::he509x::.

    *****
    MaNongAn, pic lain ada di hardis, hehe 600x

  2. 22 Januari 2009 pukul 7:39 AM | #2

    adol batik to saiki?

    *****
    gajah_pesing, wes suwe aku dodol batik. Opo lagi ngerti?

  3. 22 Januari 2009 pukul 10:17 AM | #3

    ternyata cewek2 muda kemarin itu anak SMK yg PKL ya? bagus jg tuh PKl di kampung batik. belajar seni sekaligus. jiwa mereka pasti lbh sehat!:)

    *****
    haris, ada yang membuat hatimu terpikat gak? :mrgreen:

  4. 22 Januari 2009 pukul 10:23 AM | #4

    kuwi kampung favoritku ge dolan ggolek inspirasi, soale cedhak kantor, hehe

    *****
    Andy MSE, kapan kih golek inspirasi berjamaah?

  5. 22 Januari 2009 pukul 12:32 PM | #5

    waduh solo, wis suwe ga mrono :(

    *****
    hedi, monggo mas kulo aturi pinarak….

  6. 22 Januari 2009 pukul 1:02 PM | #6

    walah, aq gak dioleh2i kiy… :(

    *****
    lovelydee, si panjul sak jane pengen tuku batik siji, tapi jarene regane larang. Lha yo tho, tresno kok isih mikir larang :P

  7. 22 Januari 2009 pukul 2:32 PM | #7

    aku ki incang inceng kok yo ra tau ketok rupaku nang foto ya…asyemm…

    *****
    tukang nggunem, coba lihat lebih seksama. Sing ning mburine si Haris kan kowe tho kuwi :lol:

  8. 22 Januari 2009 pukul 3:33 PM | #8

    Aku malah durung pernah babar blas nyang nggon batik2 kuwi mas Dony. Golek batik paling neng pasar Klewer. Wingi aku tuku batik nggo oleh2 wong kene…idep2 promosi batik Jowo ngunu. :D

    Siswi SMK ne mesti ayu-ayu yo mas? Iki mesti wis njaluk nomer hp-ne barang. :D

    *****
    Andri, ayo kapan2 tak ajak dolan ke Laweyan. Soal siswi SMK, no comment lah yaw :P

  9. 22 Januari 2009 pukul 5:07 PM | #9

    postingane mesthi janjian sek yo karo tukang nggunem…

    *****
    ikhsan, janjian karo blogger sak Solo malah :P

  10. 22 Januari 2009 pukul 6:29 PM | #10

    kampung batik yang pernah jaya..
    sekarang sudah tak berdaya berhadapan dengan kapitalisme batik yang meraja lela..!!!
    save the kampong batik now!!!!!!!!!!!!!!

    *****
    Ciwir, selamatkan Laweyan!

  11. 22 Januari 2009 pukul 6:47 PM | #11

    wah wah…..batik perlu dilestarikan nih, bgus juga idenya anak2 SMK PKL di kampung batik

  12. 22 Januari 2009 pukul 10:00 PM | #12

    aku baru denger ada kota namanya lawean.
    batiknya bagus yah don??? mutunya jg?? mmmh jd pgn hunting batik kesana.

    *****
    ichaawe, Laweyan itu nama daerah di Solo, mbak. Bukan nama kota. Pioneer batik di Solo ya Laweyan itu, atau mungkin malah di Jawa

  13. 22 Januari 2009 pukul 10:42 PM | #13

    Mantap laporannya Mas :)
    Senang sekali teman2 blogger punya kepedulian terhadap batik. Ternyata sentra batik Laweyan punya jejak sejarah panjang ya.
    Nambah lagi “must visit site” di Solo nih …

    *****
    Toni, monggo pinarak mas. Saya tunggu

  14. ami
    23 Januari 2009 pukul 1:00 AM | #14

    motif khas laweyan apa ada? salam

    *****
    Ami, bukan motif khas Laweyan ya, tapi motif khas Solo

  15. 23 Januari 2009 pukul 8:12 AM | #15

    senin kemarin juga barus aja dari Laweyan, mengantar anak-anak kelas satu… Hm…. batik memang unik dan menggelitik… kalau bukan kepada anak2 kita kita perkenalkan budaya kita, siapa lagi yang akan “nguru-uri” nanti?

  16. 23 Januari 2009 pukul 8:27 AM | #16

    Kalau Kamis saya wajib pakai batik Mas…
    Tapi saya ndak tau, batik saya batik Laweyan apa ndak ya…

  17. 23 Januari 2009 pukul 9:32 AM | #17

    tenang aja
    batik gak akan punah dari bumi
    di indonesia kan banyak orang jawa, orang lain yg cinta budaya juga banyak
    jadi pasti tetap lestari

  18. 23 Januari 2009 pukul 10:41 AM | #18

    batik paling cocok untuk cuaca panas dan lembap. meskipun kalo di gedung2 kantor ber-AC, akhirnya dilapis jaket juga :D

  19. 23 Januari 2009 pukul 10:47 AM | #19

    semoga tetep lestari batik di lawean dan indonesia pada umumnya

  20. 23 Januari 2009 pukul 11:48 AM | #20

    kalo lapangan danarhadi itu di laweyan apa bukan sih maS?

  21. 23 Januari 2009 pukul 3:33 PM | #21

    Terakhir liwat kono, 4 taon kepungkur

  22. 23 Januari 2009 pukul 4:52 PM | #22

    wah jadi pengen melihat langsung ke sana mas unik dan menarik tentunya jadi tambah wawasan
    keren sampean meliputnya
    asem tenan bikin yang mbaca kepincut hahaha

  23. 23 Januari 2009 pukul 5:09 PM | #23

    walah..sayang aku ra di ajak ki padahal udah mau meninggalkan Jawa tengah balik kampung ke Jawa timur…

  24. 23 Januari 2009 pukul 7:13 PM | #24

    secara teknis saya ngerti caranya bikin batik, pernah nyoba tapi ancuuur karena nggak bisa nggambar :(

  25. 23 Januari 2009 pukul 8:39 PM | #25

    Kalo anak mudanya saja ga paham pembuatan batik, gimana mau melestarikan batik. jangan marah kalo nanti diklaim sama negeri tetangga.

  26. 24 Januari 2009 pukul 1:11 AM | #26

    trima kasih atas informasinya, tulisan ini sangat membantu saya. jadi pingin survei ke laweyan nih

  27. jun
    24 Januari 2009 pukul 12:09 PM | #27

    “Itu karena kalian jarang baca saja. Coba kalau kamu sudah baca novel Canting dari Arswendo Atmowiloto, sejarah Laweyan juga dibahas di dalamnya,” ujar pak tua yang saat itu berdiri di sebelah saya. ==> PAK TUA?! hehehehe, bener, dhing. Kawanku itu memang sudah tua, kok !

  28. 24 Januari 2009 pukul 8:06 PM | #28

    wah kayaknya aq pengen skali lit cara pembuatan batik………….
    ajakin dong………..

  29. 24 Januari 2009 pukul 11:59 PM | #29

    kalo saya memang suka pake batik…temen2 saya juga banyak yang anak juragan batik…lha rumah saya juga di laweyan…hehehe…tapi saya bukan keluarga batik…

  30. 25 Januari 2009 pukul 10:04 AM | #30

    pengen liat batik tradisional khas solo itu..
    belum pernah kesana..
    padahal sering ke solo

  31. 26 Januari 2009 pukul 11:07 AM | #31

    wah batik ya? sebuah maha karya yang layak di lestarikan tuh. denger2 sih banyak juga penggiat batik seperti itu yang gulung tiker karena berbagai macam hal semisal kalah bersaing dengan “saudara” mereka yang berasal dari negeri seberang dengan embel2 brand mereka yang diusung dengan aje gile. Yah semoga aja anak2 yang ikutan PKL di sana tidak hanya giat berkarya untuk mengisi nilai mata pelajaran aja ya….

  32. 26 Januari 2009 pukul 2:55 PM | #32

    gimana siy mas cara ngecek kualitas batik..luntur apa nggaknya?

  33. 26 Januari 2009 pukul 8:48 PM | #33

    jadi kepengen jalan2 yah !!!!!!

  34. 27 Januari 2009 pukul 5:49 AM | #34

    Aku dhadi kangen Solo Don :( Saiki Laweyan wes ngetrend yo? Tampak modern ngono :)
    Nganti saiki aku kiy ora iso lali ambune malam nggo mbathik Don, cirikhs banget Jowone. Lha ndisik aku seneng aneka Batik ning seng tulis tangan atau seng corak jumput. Model karo corak e bedho neng ambune podo :) podo2 obat batik kamsudku…

    Lha iki Bengawan kreatif dan peduli kultur yaw, salut dweh :)
    Kuwi pancen bener Sejarah e Laweyan kiy dhowoo, ndisek eyang kakung sering nyritani neng aku karo adiku :) Padahal aku ora mudeng he he! Dari kecil umurku 2 tahun karo adiku dah nderek Eyang di Solo tepatnya di Mangkuyudan – kelurahan Porwosari – kecamatan Laweyan.

    Yo wes Don, aku tak blog jumping dulu :) lagi sariyawan kiy .. pinginnya jalan2 aja, wegah update .. mudah2an blogku kae belum berlumut yo ..*hayah*

  35. 27 Januari 2009 pukul 11:49 AM | #35

    jahat. aku gak diajak.

  36. 27 Januari 2009 pukul 12:24 PM | #36

    di jogja juga ada…

    eh,tapi kok fotonya cuman 2..???

  37. 27 Januari 2009 pukul 5:38 PM | #37

    ndi apdet-e seko nggunung kelir???

  38. 27 Januari 2009 pukul 8:28 PM | #38

    kurang ajar! sopo sing tuwo?

  39. 28 Januari 2009 pukul 1:01 AM | #39

    RA URUS….(lol)

  40. 28 Januari 2009 pukul 1:39 AM | #40

    apik banget mas,
    tapi harganya belum di share ya.
    kan bisa siap-siap kalo kebetulan serumah mau maen ke laweyan….
    Hah… aku ngefans berat loh sama ki Ageng Nis itu….

  41. 28 Januari 2009 pukul 4:36 AM | #41

    batik warisan maha agung dari leluhur. bangsa yg besar mengetahui dan melestarikan warisan bangsa……

  42. 29 Januari 2009 pukul 9:52 AM | #42

    lestarikan batik, jangan sampai diambil negara tetangga..

  43. 29 Januari 2009 pukul 10:52 AM | #43

    batik bisa jadi Modal Kehidupan Bloger :D
    gambare sae banget mas :D
    blognya enggih sami :D

  44. 29 Januari 2009 pukul 2:27 PM | #44

    pluk dari lama kepengen ngelihat proses pembatikan loh mas.. kapan2 anter pluk ya kesana..:)

  45. 29 Januari 2009 pukul 2:56 PM | #45

    Mas d0ny jan kreatip tnan ug.,
    satu kunjungan bisa jadi berbagai postingan.
    Hoho

  46. 30 Januari 2009 pukul 7:35 AM | #46

    hem batik aku suka malah dalam keseharian ku sering pake habis enak di pake ga panas di badan lam hangat mas dari cilacap ,(kapan aku bisa ke lawean yah ?)

  47. 30 Januari 2009 pukul 9:53 AM | #47

    waaaaaaaaah
    aku sudah pernah kesana lhooo
    ke Laweyan.
    sekali tok.
    pingin lagi.
    berburu batik…

    seneng banget lihat kampungnya. masih jadul banget bangunan-bangunannya… bertembok tinggi agar tetangga tidak mencuri pola batiknya…namun kelihatan indah…
    nyaman dan bersih.. di kanan kiri depan belakang,
    semua rumah membuat batik.
    trus butik batiknya juga baguuus

    pingin kesana lagiiiiii

    • BADRUS
      30 Maret 2009 pukul 10:22 AM | #48

      Klo Mau ke sana lagi mampir ya ke BATIK MERAK MANIS BY BADRUS

  48. 31 Januari 2009 pukul 2:59 PM | #49

    Hi friend.. Nice cool post.. Keep posting.. Do visit my blog and post your comments.. Take care mate.. Cheers!!!!

  49. 1 Februari 2009 pukul 5:59 PM | #50

    Wah…yen ngomong solo aku jadi kangen ama kota solo
    Salam kenal

  50. 2 Februari 2009 pukul 3:37 PM | #51

    Kapan-kapan aku di jak mrono po’o kang…

    Sip…sip…. Mari melestarikan Budaya daerh.. bersama Putra daerah.. heheheh…

  51. 2 Februari 2009 pukul 3:43 PM | #52

    sering lewat kesana tapi belum pernah mampir… :D

  52. 3 Februari 2009 pukul 12:13 AM | #53

    bati….
    batik………….
    indonesia….
    indonesia…
    knapa malaysia……………..Gila Kale yei…..

  53. 3 Februari 2009 pukul 4:01 PM | #54

    wah sori kae raesoh melu kang, sekolah je…..
    yen koe kan penag, pengangguran, huakakakakkaka :pisv:

  54. vtrediting
    4 Februari 2009 pukul 7:29 AM | #55

    Kampung Batik Laweyan memang punya sejarah panjang tentang industri Batik, kunjungi blpogku di http://www.arumsekartaji.blogspot.com/ Matur nuwun, kapan-kapan mampir ke rumahku di Klaseman Laweyan ya? saya tungggu.

  55. 5 Februari 2009 pukul 3:56 PM | #56

    nice blog. aku nyasar kesini nih.
    mari berteman ^^

    btw, main2 ke blog happy ya. n jangan lupa komen. makasi.

  56. 6 Februari 2009 pukul 8:18 AM | #57

    Hi friend.. Nice and interesting post.. Good work.. Do visit my blog and post your comments.. take care mate.. Cheers!!!

  57. 9 Februari 2009 pukul 5:03 PM | #58

    yup mari lestarikan budaya bangsa ;)

  58. 9 Februari 2009 pukul 9:06 PM | #59

    aq mau nanya nih batik solo dah dipatenkan blom yah…so ntar dirampok lagi…..

  59. 9 Februari 2009 pukul 9:08 PM | #60

    Desember kemarin mampir ke Solo sama ibu saya dari Jakarta, mau cari Kampung Batik Laweyan, tapi kesasar2 terus, akhirnya ga jadi, dan langsung pulang Semarang lagi.

    Lain kali bisa tanya2 temen2 komunitas Bengawan dong ya?

  60. 10 Februari 2009 pukul 12:15 PM | #61

    makasih dah mampir ke blog etha ^-^

  61. 10 Februari 2009 pukul 7:22 PM | #62

    Jadi ingat masa kecilku, ibu suka membatik

  62. tumetesingkabar
    11 Februari 2009 pukul 10:08 AM | #63

    hidup batik. kancaku sak kantor mas, jenenge dodo saben mulih solo, mbalike mesthi gowo batik sak tas. tekan kantor langsung entek diserbu. mergo regane rodo miring alias murah.

  63. 12 Februari 2009 pukul 9:38 AM | #64

    hu hu hu…
    ini kopdaran yang waktu itu kur ajak n aku gbisa.. :cry:
    keknya kurnia selalu ngajak, n presty selalu g pernah dateng.. :mrgreen:
    belom sempet….
    semoga kopdaran di sequislife besok bisa ikutan… :berdoa:

  64. 12 Februari 2009 pukul 9:54 AM | #65

    eh iya, belom kenalan.. :mrgreen:
    salam kenal mz dony..
    *eh, presty dah pernah mampir sini belom ya? lha mbuh, lali.. :mrgreen:

  65. 12 Februari 2009 pukul 8:14 PM | #66

    Kalau beli ke tempatnya langsung pasti agak murah kan dibanding batik yang sudah ada di Toko ?

  66. 14 Februari 2009 pukul 8:04 PM | #67

    Wach kota SOLO sangat hebat
    disamping terkenal ama keratonnya juga terkenal ama batik

  67. 14 Februari 2009 pukul 8:05 PM | #68

    Jadi pingin main-main ke kota solo
    kalau gak salah solo sama kan dengan surakarta..ya toch?

  68. 14 Februari 2009 pukul 8:06 PM | #69

    Salam kenal dari Aceh ya

  69. 18 Februari 2009 pukul 9:52 AM | #70

    enam puluh sembilan..

  70. 18 Februari 2009 pukul 10:00 AM | #71

    pitung puluh..
    ayo yang lain ngisi komen di sini (minimal lima) biar segera di apdet lagi! kata pemiliknya blog ini akan diapdet jika komen sudah menacapai angka 93 (sembilan puluh tiga). Entah ada apa dengan angka itu, kliatan asal banget, target kok bukan seratus ato seribu sekalian…

    :minggat: sambil :mesem:

  71. 18 Februari 2009 pukul 8:55 PM | #72

    sebenarnya pengen sekali ke laweyan…sayang sekali, aku terbuang

  72. 19 Februari 2009 pukul 3:57 PM | #73

    Harus ada penerus BAtik, agar tidak punah kekayaan budaya asli bangsa ini….,

    Kunjungan2…PKL….atau sekedar nongkrong dan bercerita “kosong”, berandil besar batik tak dilupakan.

  73. 19 Februari 2009 pukul 3:58 PM | #74

    Wekkkk….
    Avatarku Uelik Tenan….!!!

  74. 20 Februari 2009 pukul 12:45 AM | #75

    Wahhh…

    Budaya yang harus tetap dibudayakan, bathik adalah kekayaan daerah… kekayaan harus dijaga agar tetap lestari, agar menambah khasanah tempat plesiran di Negeri Indonesia ini.

    “dan Duniapun belajar pada kita Bangsa Indonesia”

    nice post, keep share and…
    CU Arround ;)

  75. 20 Februari 2009 pukul 12:27 PM | #76

    wuih udah lama pengen kesini blm kesampean :)

  76. 20 Februari 2009 pukul 7:58 PM | #77

    Aku yo wong solo tapi kuat tuku batik neng pgs thokkkk

  77. 21 Februari 2009 pukul 9:48 AM | #78

    launching bengawan lokasi dimana Mas ?Mau dunk join milis Bengawan. Email saya di ayik_karyadi@yahoo.com yaa…

  78. kw
    24 Februari 2009 pukul 5:35 PM | #79

    yuhuuuuuuuu, mahal2 ga batiknya :)

  79. 25 Februari 2009 pukul 8:55 AM | #80

    janjinya ke Laweyan ternyata batal. Huhh!!.. masih hutang loh kang… :P

  80. 25 Februari 2009 pukul 4:31 PM | #81

    Okey… suatu saat kucoba melewati jalan sempit itu.
    Lamnal

  81. 25 Februari 2009 pukul 5:55 PM | #82

    ke mana yak, kok nggak update?

  82. zenteguh
    26 Februari 2009 pukul 12:55 AM | #83

    kapan2 k laweyan ah..

  83. 3 Maret 2009 pukul 1:14 AM | #84

    artikel yang menarik.
    jika anda benar2 cinta akan batik, tolong ikuti polling dan beri komentar di artikel ini
    http://adinugroho.wordpress.com/2009/03/03/batik-pakaian-formal-atau-bukan/

  84. 6 Maret 2009 pukul 5:19 AM | #85

    mben nek aku sido nglamar ngatinni, ngko tak jak blonjo batik ng laweyan…. eh opo gelem yo ngatini dikon nggawe jarit :) )

  85. 27 Maret 2009 pukul 4:11 PM | #86

    Nice blog…

  86. yoga
    2 Mei 2009 pukul 2:29 PM | #87

    batik nya baguz bangetz hargane berapa…..?minta brosur tentang jenis batik lawean kirim lewat email saya ke arifyoga78@yahoo.co.id

    • yunthid
      14 Juli 2009 pukul 9:59 AM | #88

      bro, tolong dong bantuin cari batik yang kuwaliasx bagus harganya ngk tlalu mahal,

  87. jon
    5 Juli 2009 pukul 1:26 AM | #89

    nga tau nemuin blog yang bagus,…good,…

  88. 1 Agustus 2009 pukul 5:06 PM | #90

    mantap, kapan ada acara seperti itu lagi buat para blogger di Solo

  89. Toni setyabudi
    20 Oktober 2009 pukul 2:27 PM | #91

    Bro, sorry yo tak crito sitik. Aku sekarang tinggal disurabaya, cukup lama meninggalkan kota solo yang tercinta kira2 21 th yang lalu. aku dibesarkan di jalan laweyan no 15 solo dan sekarang menjadi jalan DR Rajiman. “rumah sudah menjadi miliknya pnddk non pribumi” rumah sudah diwaris he …he… Solo,( laweyan, dan kamp. tegalsari ) adalah wisata tervavoritku karena disitu dulu seluruh kenangan konco2 dan keluargaku besarku berada. Bicara tentang batik tak pernah bosen dari ibuku sampai nenekku pinter bermain canting membatik, walaupun sudah pindah sampai sekarangpun batik masih menjadi cita2 masa depan yang tetap diperhitungkan oleh anak cucu kampung tegalsaridan laweyan. moga2 batik tetap exis dijaman orang yang lagi suka produk instan ……

  1. Belum ada trackback.