Beranda > Cigaret > Rokoknya Kelihatan

Rokoknya Kelihatan

Lucky Strike pack

Sebenarnya saya bukanlah penikmat rokok putih. Menghisapnya hanya sesekali saja, kalau pas kepingin, itu pun cuma minta teman atau beli eceran. Tapi beberapa waktu yang lalu, saya agak jenuh dengan aroma cengkeh. Lalu saya memutuskun untuk membeli rokok putih, bukan eceran tapi sebungkus, pilihan jatuh pada Lucky Strike, salah satu seteru Marlboro.

Posting ini tidak bermaksud untuk mengiklankan Lucky Strike, lagipula blog ini juga tak mendapat sponsorship dari British American Tobacco (BAT). Sudah sejak dulu, sewaktu masih menginduk di blogspot, saya memang tertarik untuk menulis soal rokok. Bahkan saya mengelompokkannya dalam satu kategori sendiri: Cigaret. Tapi kategori itu memang jarang ter-update, biarlah soal rokok ini menjadi urusan Djoko Santoso.

Menurut saya hampir semua rokok putih itu rasanya seragam, susah bagi saya untuk membedakan rasa dari masing-masing mereknya. Jadi, kalau Anda menyodorkan sebatang Kansas atau Pall Mall, dan Anda mengaku bahwa itu Marlboro, saya tak akan sadar kalau sudah dibohongi dan dikibuli.

Maka saya tak tertarik untuk membahas bagaimana rasa asap Lucky Strike. Bagi saya desain kemasan Lucky Strike lebih menarik daripada rasanya. Merek rokok ini memang selalu melakukan revolusi terhadap desain bungkus atau kemasannya. Dulu sekali Lucky Strike pernah hadir dalam edisi terbatas, bungkusnya bergambar mobil F1 dan bukaan bungkusnya menyamping, bukan dari atas. Ada lagi model bungkus yang unik, bagian bawah bungkusnya bisa didorong ke atas, bungkus bagian dalam akan terangkat, dan secara otomatis bungkusnya langsung terbuka, rokok bisa diambil dengan mudah. Sayang saya tak sedia fotonya, jadi mungkin agak susah bagi Anda untuk sekadar membayangkan.

Bungkus Lucky Strike yang terbaru juga bisa dibilang cerdik. Bagian depannya memperlihatkan wujud rokok, kita bisa melihatnya langsung, tanpa perlu membuka bungkus. Inilah desain bungkus rokok yang pintar membaca celah peraturan dan regulasi. Maklum, iklan dan promosi rokok tidak boleh memperlihatkan wujud batang rokok, baik itu di media luar ruang seperti baliho, media cetak, maupun televisi. Tidak hanya itu saja, ruang lingkup promosi produk rokok juga ketat dibatasi. Contohnya, iklan rokok di televisi yang hanya boleh diputar di atas jam 21.30, hingga jam 05.00. Bahkan ada usulan untuk melarang sama sekali iklan rokok di semua media massa.

Setahu saya, di Indonesia belum ada peraturan yang menyebutkan bahwa bungkus rokok musti menyembunyikan wujud rokok. Maka desain bungkus Lucky Strike ini bisa dianggap sah-sah saja. Bukankah selalu ada celah yang bisa kita cari dan gali? Padahal bungkus rokok itu sendiri sebenarnya juga bisa menjadi media promosi, mungkin saja ada orang yang membeli sebuah produk rokok hanya karena tertarik dengan bungkusnya, bukan rasanya. Salah satunya adalah saya.

PS: Semoga setelah membaca posting ini, tidak ada komentar masuk yang bernada mengingatkan: “Don, rokok itu haram lho!”

© Foto oleh Dony Alfan S

Categories: Cigaret
  1. 15 Januari 2009 pukul 5:53 AM | #1

    pertama yang bilang : “Don, rokok itu haram lho!”
    eheheheee… *bcanda saya juga perokok kok, 234 lagi*
    Iya yah kadang orang tertarik dengan sesuatu dari kemasannya saja, yang seperti ini nih termasuk konsumen yang nggak selektif, mas tukul kan sering bilang : “Dont look the book just by the cover” *loh kok mas tukul*, lha emang dia yang sering ngomong gitu :D

    Salam Kenal & CU Arround!

  2. edy
    15 Januari 2009 pukul 7:19 AM | #2

    “Don, rokok itu haram lho!” :mrgreen:
    lucky strike emang selalu punya inovasi trutama untuk kemasan
    dan ternyata emang kemasan bisa jadi satu pendorong untuk orang beli ya

  3. 15 Januari 2009 pukul 7:36 AM | #3

    Rokokku mana?

  4. 15 Januari 2009 pukul 8:55 AM | #4

    Bungkusnya dibikin transparan itu maksudnya mungkin biar tahu isinya ada atau gak tanpa membuka bungkusnya. Jadi kalo ada orang maw minta kan gak sungkan2 lagi. :p

    Waktu kuliah dulu aku suka Ardath, setelah kerja berganti haluan ke Djarum Super. Lha, di Kalimantan ini Djarum Super jarang didapat mas Dony…jadinya beralih lagi ke LA Light yang rasa menthol itu lho.

    Kelamaan ngisep LA light, kalo nyoba Djarum Super sekarang malah eneg. :D

  5. 15 Januari 2009 pukul 9:41 AM | #5

    jangan2 sampean cuma mbayangke… foto…foto… jare ahli potografi kok moto rokok wae rak isoh… *sebel*

  6. 15 Januari 2009 pukul 10:20 AM | #6

    bungkusnya di bikin transparan… biar kalo rokoknya jamuran bisa kelihatan! hahahahaha…

    emang ada rokok jamuran???

  7. 15 Januari 2009 pukul 10:39 AM | #7

    habis posting, bosen bingung gak ada gawean akhirnya gua keluyuran ke blogmu lah

  8. 15 Januari 2009 pukul 10:40 AM | #8

    Sepakat, saya juga ndak bisa mbedain rasa rokok putih. Rokok putih tu semuanya sama aja…lagian pacar saya ndak suka ma baunya, gak enak katanya…

  9. 15 Januari 2009 pukul 10:48 AM | #9

    Para pengelola pabrik rokok memang paling pinter bikin iklan agar konsumen mau mencoba. Kalau mau melihat laporan keuangannya, biaya promosinya tinggi banget, jadi sebetulnya harga pokoknya tak setinggi itu. Tapi kalau harganya nggak tinggi, nggak keren dong.

    (saya pernah meneliti dan punya klien pabrik rokok)

  10. 15 Januari 2009 pukul 10:57 AM | #10

    Wah Ibu Enny, memberikan info penting … :)
    Inovasi dari sisi desain packaging sering digunakan untuk marketing gimmick, jadi ya boleh2 saja. Kalau bungkusnya tidak membangkitkan selera, kan dagangannya jadi gak menarik.
    “Rokok haram ya” :)

  11. kw
    15 Januari 2009 pukul 10:59 AM | #11

    sebentar lagi akan ada yang bungkusnya berwarna biru

  12. 15 Januari 2009 pukul 12:23 PM | #12

    merokok atau di rokok?

    @PD
    mas, itu gambarnya kok tukang koran yang di kampusku? Ganteng banget dia.

  13. 15 Januari 2009 pukul 2:42 PM | #13

    kalau sampiyan sudah lama menghisap berbagai jenis rokok, apalagi yang putihan [seperti yang sampiyan jajal itu] pasti rasanya akan berbeda, gak percaya ? ayo coba bertahun-tahun, dijamin pasti watuk ngekel !!

  14. 15 Januari 2009 pukul 4:27 PM | #14

    aku suka rokok yang nggak ada bungkusnya ;)

  15. 15 Januari 2009 pukul 5:07 PM | #15

    kalau aku emang gak suka rokok terbukti semalam hanya aku yang tidak merokok hehehe

  16. 15 Januari 2009 pukul 6:04 PM | #16

    Wadahe koyo mesin cuci…

  17. 15 Januari 2009 pukul 6:58 PM | #17

    gelem marlboro rag?
    *bungkus kansas*

  18. 15 Januari 2009 pukul 7:06 PM | #18

    Kalo jualan keripik, katanya memang harus gitu, kelihatan keripiknya kayak apa, remuk atau nggak. :P

  19. 15 Januari 2009 pukul 8:26 PM | #19

    aku ngerokok, selain LA sama Sampoerna aku gak mau, hahaaaa

  20. 15 Januari 2009 pukul 9:03 PM | #20

    kata orang2, rokok itu haram ya? :(

  21. 15 Januari 2009 pukul 10:12 PM | #21

    aku mumet rokok putih.. ora maning maning lah..
    aku seneng amild. dudu sales rokok lho iki

  22. 16 Januari 2009 pukul 12:55 AM | #22

    saya lebih suka lucky strike dbandingkan marlboro..tapi itu jaman sma,.sekarang sih lebih ke LA Lights ato djarum super..

    ^siapa juga yang nanyain beginian^

  23. 16 Januari 2009 pukul 1:04 AM | #23

    kalo dah sering ngisep rokok putih, pasti bisa ngebedain..
    antara ardath,country,pall mall,lucky strike,dj mix,long beach,dan rokok putih laenya rasanya beda-beda..mungkin ada juga yg rasany agak mirip satu sama laeny..bahkan marlboro yg bungkus kotak sama bungkus kertas doang tu rasanya agak beda,meskipun sama2 marlboro..

    ^OOT akut^

  24. 16 Januari 2009 pukul 3:14 AM | #24

    rokok’e diwadahi aquarium… kethok seko njaba…
    tp dari sekian rokok2 putihan yang lebih berasa enak cuman si Lucky ini…

  25. 16 Januari 2009 pukul 4:57 AM | #25

    aku juga ga bisa bedain rasa rokok mas, lha wong ngerokok saja belum pernah. makasih dah berkunjung dan makasih ucapan selamatnya….

  26. 16 Januari 2009 pukul 8:49 AM | #26

    ojo kakehan ngrokok mas… selain ga baik untuk kesehatan juga ga baik untuk kantong… :D

  27. 16 Januari 2009 pukul 9:54 AM | #27

    Iklan rokok kreatif apalagi kemasannya

  28. 16 Januari 2009 pukul 11:12 AM | #28

    rokok….ibarat ada duit goceng milih makanan apa rokok….pasti pilihannya adalah rokok…

  29. 16 Januari 2009 pukul 1:53 PM | #29

    ah, pokoknya saya anti rokok foreverrrr :)

  30. 16 Januari 2009 pukul 3:02 PM | #30

    nek aku wis lali rasane rokok, don.he2.

  31. 17 Januari 2009 pukul 1:01 AM | #31

    saya suka lucky strike, pengganti kalo saya ga ketemu ardath atau marlboro, mau traktir saya, mas? :D

  32. 17 Januari 2009 pukul 5:40 PM | #32

    itulah hebatnya desain grafis. kadang orang yang tidak merokokpun rela beli rokok untuk mendapatkan koleksi kemasannya…

    emang keren sih

  33. 17 Januari 2009 pukul 11:20 PM | #33

    yup designer nya lucky strike memang mak nyuz………. :twisted:

  34. 18 Januari 2009 pukul 5:05 AM | #34

    saya sampai sekarang belum bisa ngisep rokok putih… gak kuat… hehe

  35. 18 Januari 2009 pukul 3:09 PM | #35

    lah..betul itu..harusnya emang gak boleh rokok keliatan bentuknya kalo di Indonesia..

  36. 19 Januari 2009 pukul 2:12 AM | #36

    mau comment sebenarnya agak segan sih… abis nya gak gak ngrokok sih

  37. 19 Januari 2009 pukul 9:53 AM | #37

    memang packaging itu penting yahh…
    tapi masih yang pertama toh bungkus rokok kelihatan rokoknya..

    keren… keren…

    tapi merokok tidak baik untuk kesehatan lohhh… ;)

  38. zam
    19 Januari 2009 pukul 2:27 PM | #38

    rokok itu HARAM!!!

    kalo hasil colongan.. :D

  39. 19 Januari 2009 pukul 4:25 PM | #39

    Untung bukan penikmat rokok putih. kata teman rokok putih rokoknya banci :)

  40. 20 Januari 2009 pukul 12:58 AM | #40

    Nek ketok sitik kan merangsang, pakde..

  41. 20 Januari 2009 pukul 7:36 AM | #41

    emang klo mnrt dq..lakis slalu kreatif..penuh inovasi!

  42. 20 Januari 2009 pukul 8:30 AM | #42

    kondom juga….kelihatan dr luarnya….LOH..????

  43. 20 Januari 2009 pukul 12:52 PM | #43

    ini khan konsep aquarium..beli barang liat stocknya dong..
    jangan beli kucing dalam karung..( LHOO )

  44. 20 Januari 2009 pukul 9:52 PM | #44

    bagus bungkusnyaa…

    coba rokoknya juga ada gambar nya yg lucu2.. kayak hello kitty apa sailormoon..

    pasti tambah laris tuh…

  45. 21 Januari 2009 pukul 5:27 AM | #45

    Ya penampilan rokok itu memang beda dari tyang lainnya. Mungkin itu cara produsennya menarik perhatian konsumen.

  46. 21 Januari 2009 pukul 6:22 AM | #46

    Wah kemasane tembus pandang ben ketok lintingane ayu opo ora :)

    Jaman saiki wes okeh kemsan cigarette seng aneh2. Jare koncoku, neng Thailand kiy kemasan rokoke gambar untu2 kuning, ireng, bolong plus gusi2 seng ora sehat ngono kae akibat merokok .. Waah yo nggilani ya Don?

    Lho kuwi si Andri udud rokok menthol toh? .. ati2 Ndri, ngko mandul kowe (ha ha!)

  47. 21 Januari 2009 pukul 6:50 AM | #47

    Udah pernah posting tentang Marlboro kretek belum, Mas? Tuh merek kan selama ini dikenal sebagai rokok putih. Lha, kok bikin gebrakan Marlboro kretek, yang menurut saya, ga enak blas itu. Saya penggemar rokok putih meski saat belajar ngerokok dulu pake rokok kretek.

  48. 21 Januari 2009 pukul 11:50 AM | #48

    Paragaraph pembuka membuktikan kekhawatiran saya. Seandainya saya kuliah di Solo, anak saya bakal tidak minum susu. Lha tiap malam, dony bareng panjul nongkrong di kosan dan minta rokok.

  49. 21 Januari 2009 pukul 1:12 PM | #49

    rokok itu haram lho??
    kalau nyolong hahaha…

  50. 21 Januari 2009 pukul 3:42 PM | #50

    @ mbak Judith:
    Asemik..Mbakyu dhewe malah ndongakke mandul.Amit amit jabang bayi. :( Mesakke bojoku. :(

  51. 21 Januari 2009 pukul 8:54 PM | #51

    bungkuse apik :)

  52. 22 Januari 2009 pukul 10:03 PM | #52

    aku anti rokok don..plg benci sama asep rokok.
    sekali nyium baunya aja mampu bkn aku keleyengan dan mual2.
    untung suamiku bkn perokok.

  53. 23 Januari 2009 pukul 1:09 AM | #53

    mas, tukeran link yuk!

  54. 23 Januari 2009 pukul 8:53 AM | #54

    Aq juga gak iza bedain rasa r0k0k putih,
    lha gak suka r0kok e masz

  55. 23 Januari 2009 pukul 11:51 AM | #55

    rokok itu gak haram, tapi gak baik untuk kesehatan :D

  56. 23 Januari 2009 pukul 1:03 PM | #56

    Bagus lho kalo isinya keliatan. Jadi inget sama mesin cuci aja, ada yg dari luar keliatan. Jangan² terinspirasi dari itu ya pabrik Lucky Strike. He3x

  57. 23 Januari 2009 pukul 7:25 PM | #57

    wah cocok ne,,saya emg suka ama lucky strike..

  58. jun
    24 Januari 2009 pukul 12:16 PM | #58

    Lebih baik tidak merokok. Merk apapun, jenis apapun. Supaya tidak merusak daging/tubuh, sesuai nasihat dalam Alkitab, yaitu 2 Korintus Pasal tujuh ayat satu, “…. biarlah kita membersihkan diri dari setiap pencemaran daging…”.

  59. 24 Januari 2009 pukul 8:13 PM | #59

    haloooooooooooooooooooooo
    tolongggggggggggggggggggggg………………………………..
    aq………………………………………………
    mauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

  60. 25 Januari 2009 pukul 12:02 AM | #60

    wah aku nggak ngrokok…hehehe…

  61. 25 Januari 2009 pukul 10:28 AM | #61

    ya bener kayak mesin cuci

  62. 26 Januari 2009 pukul 9:12 PM | #62

    hahaha, rokok itu haram kawan. :D aku juga gak ngerokok, tapi rajin menyuplai dji sam soe buat temen2 di sini. :D

  63. 27 Januari 2009 pukul 5:32 AM | #63

    @Andri :

    Kuwi ora ndhongakke ndri tapi mengingatkan, ha ha! :) :) wwwkkk ..

  64. 18 Februari 2009 pukul 1:02 PM | #64

    mungkin krn banyaknya tekanan, org2 di marketing dan advertising rokok selalu makin kreatif :mrgreen:

  65. 18 Februari 2009 pukul 2:18 PM | #65

    ini kemana tukang blognya kok lum update lagi ahahaha

  66. koboiurban
    19 Februari 2009 pukul 5:53 PM | #66

    dear Dony,
    why you have to be so stupid? kamu tidak bisa membedakan antara marlboro, lucky strike, pall mall, atau kansas? bukankah ada logo kecilnya di ujung filter? hahahha..

    memang sih, soal rasa rokok putih hampir semua sama. tapi marlboro itu biasanya lebih tajam, nyegrak kalo di tenggorokan. lucky strike lebih halus di cangkem. tapi keduanya sama saja, sama-sama nyegrak di dompet!

    fyi, inovasi bungkus rokok bukaan atas seperti yang umum kita kenal sekarang itu konon pertama kali dipopulerkan oleh lucky strike. bahkan marlboro sampai harus membayar royalti untuk membeli hak cipta bentuk bungkusnya.
    ini kata temen saya lho, mungkin bisa dicek sendiri kebenarannya.

  67. tyo
    25 Februari 2009 pukul 5:25 AM | #67

    wah, inponya lumayan akurat pakde… makasih ya.
    baru tahu ni. Maklum, saya bukan termasuk dari golongan ahli hisa[b]p :-P

  68. mudz069
    2 Maret 2009 pukul 9:23 PM | #68

    Yang belum ada kayaknya bungkus rokok yang berbentuk sachet atau rentengan.
    Yang hobby ngecer ataupun lagi bokek khan masih keren biarpun belinya cuma sebatang karena rokok yang dibeli ada kemasannya, gak telanjang bulat.
    Atau inovasinya diarahkan ke rokoknya sendiri, semisal dipasangi chip. Ntar kalau merokoknya mandeg ditengah jalan, biasanya khan dibuang jadi othiez [ lha kalo mau nyimpan ya kebangetan]……ini bisa di klik menu standby.
    Weeh, mblarah……………

  69. 6 Maret 2009 pukul 5:17 AM | #69

    weh. tibane wes ketinggalan akeh aku ng blog iki. makane ngambeg terus seng duwe blog iki. nek misale milih pacar iso didelok disik ngono piye ya … kekekeke

  70. 11 Mei 2009 pukul 11:53 AM | #70

    nice blog!
    pantes aja banyak pengunjung….
    lam kenal….

  71. FREDDY
    3 Juli 2009 pukul 11:31 PM | #71

    Salam kenal mas Dony, saya bukan perokok tapi sangat menggandrungi kemasan2 Limited Editionnya Lucky Strike, memang agak sulit mendapatkannya utk dikoleksi.
    Ngomong2 Lucky Strike yg berjendela itu masih beredar atau produk lama ? mohon infonya, terima kasih.

  72. FREDDY
    3 Juli 2009 pukul 11:35 PM | #72

    Dicari : Rokok atau Pembungkus Rokok LUCKY STRIKE Special Edition/Limited Edition (bergambar), kondisi msh bagus dan harga beli juga bagus.

  73. Freddy Lesmana
    6 September 2009 pukul 7:49 PM | #73

    Halo mas Dony,
    Pembungkus rokok Lucky Strike yg gambarnya tercantum diatas (hitam berjendela), kalau tidak dipakai, buat saya aja deh ? ongkos kirimnya saya tanggung.
    Atau kalau ada yg masih utuh (full/unopened) saya akan bayar tinggi !
    ditunggu per sms : 0812-813 1213.

  1. Belum ada trackback.