8 Komentar

Perempuan Jadi-Jadian Menghiasi Televisi


Dandanan menor, gesture ala pansy, wig, dan payudara palsu. Ya, pemandangan seperti ini makin sering kita saksikan dari panggung hiburan layar kaca, mulai dari acara komedi, variety show, hingga talk show. Extravaganza dari Trans TV awalnya kerap mengandalkan Aming untuk memerankan perempuan palsu, sedangkan versi untuk ABG-nya memakai Olga, namun perlahan bukan hanya dua orang itu saja yang mengemban tugas untuk peran tersebut, pemain lelaki lainnya juga dapat jatah. Tora Sudiro hingga Sogi pernah pakai rok dan tak lupa bergincu.

Tunggu sebentar, janganlah anda terburu-buru membandingkan akting mereka dengan Robbin Williams sebagai Mrs. Doubtfire, Dustin Hoffman dalam Tootsie, atau waria-waria dalam pementasan ludruk Jawa Timur yang bisa memerankan sosok wanita dengan apik. Baik Robbin Williams, Dustin Hoffman, maupun waria dalam ludruk sekalipun sangat menghayati sebuah peran. Sedangkan dalam acara-acara televisi kita penghayatan semacam itu hampir tidak muncul, karena misinya hanyalah menghadirkan kekonyolan untuk memancing tawa pemirsa.

Waria, banci, bencong, atau apapun istilahnya adalah kaum minoritas yang tersisihkan dan kerap jadi bahan tertawaan, mereka dinilai “aneh” oleh masyarakat. Lalu kenapa tak memakai waria beneran untuk memerankan waria? Toh tak perlu lagi membentuk karakter. Waria berperan jadi waria itu namanya bukan akting, tapi memang aslinya begitu. Padahal yang dicari oleh sutradara maupun produser acara-acara semacam ini sepertinya bukan naturalitas dan penghayatan total sebuah peran, melainkan keanehan yang nganeh-nganehi. Seorang Tessy yang kerap berperan sebagai perempuan palsu, sangat aneh sekali kala memerankannya, waria/perempuan jadi-jadian kok masih suka colek-colek dan meraba perempuan asli. Atau Tora Sudiro dan Indra Birowo yang memakai rok lengkap dengan fake boobs-nya, tapi ternyata masih berkumis, berjambang, dan berjenggot. Sungguh aneh sekali bukan? Namun peran-peran tidak natural seperti itu justru yang diharapkan bisa mengundang tawa, dan ternyata resep itu cukup manjur.

Kalau benar ada banyak jalan untuk menuju Roma, harusnya ada banyak jalan pula untuk memancing tawa pemirsa televisi, tak hanya melalui humor-humor “bad taste” seperti tadi. Pintar-pintarlah memilih dan memilah tontonan televisi, jangan cuma nonton acara yang asal bisa bikin ngakak.

About these ads

8 comments on “Perempuan Jadi-Jadian Menghiasi Televisi

  1. jadi bapak ga suka apa nya yah?

    acaranya atau kebancian palsunya?

  2. @ Mas Tukang Ketik
    Yang nggak saya suka itu bukan acaranya atau kebancian palsunya. Tapi, payudara palsunya, kesannya merendahkan wanita, ada beberapa yang sudah komplain via surat pembaca.
    Sekali lagi, acara yang beginian emang juicy…

  3. Menurut saya mereka semata-mata hanya mengikuti selera pasar (Sama dgn kasus sinetron indo ala india yg skrg lg tren). Kalo Aming menurut saya oke, karena dia total. Tapi kalo Olga saya kurang suka, terlalu ‘bising’. Tapi sekali lagi ini kembali soal selera :)

  4. aming oke juga… tapi kadang keterlaluan lawaknya……

  5. Bikin yang aneh2 cuman untuk naikin rating acara biar banyak yang nonton. Tapi banyak juga seh yang risih nonton karena ada perempuan jadi2an itu.

  6. Awal-awalnya suka liat Aming, tapi lama-lama eneg. Kok guyonannya pancet ae..
    Tapi bener bang, banci di sitkom
    Merendahkan kaum waria ama wanita.Contohnya masa pake lipstik belepotan melebihi garis bibir, pake bulu mata palsu 15 centi, pake baju tapi bra-nya diumbar ke mana-mana. Duh pleasee deh..enough !!!

  7. kembali ke supply-demand: jika pasar tidak suka, tentu tidak banyak tampilan seperti itu.

  8. klo aming c okeh.. dy cukup gemulai.
    kalo tessi ituh jijik bgt! sejak pertama liad, gw bener2 gak suka! bener2 ngerendahin cwek! dy tuh kasar bgt! dan2nya ngasal n brantakan! lawaknya jg gak lucu! kelainan sexual ajah tuh org! apa tuh namanya? istilahnya kelainan yg cowok demen make barang2 cewek…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: